Rabu, 27 Apr 2022 13:57 WIB

Anak Buah Terawan Deklarasikan PDSI, Pengurus IDI Angkat Bicara

Firdaus Anwar - detikHealth
Anak buah Terawan mendirikan PDSI. Deklarasi berdirinya PDSI oleh anggota. (Foto: Fajar Nur/detikHealth)
Jakarta -

Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI) mendeklarasikan diri pada hari Rabu (27/4/2022), setelah disebut mengantongi SK Kemenkumham No. AHU003638.AH.01.07.2022. Staf Khusus Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Brigjen TNI (Purn) dr Jajang Edi Priyanto, yang menjabat sebagai ketua umum PDSI mengatakan pendirian asosiasi ini tidak terkait kasus yang menimpa sang mantan menteri.

Menanggapi hal itu, Ketua Terpilih Pengurus Besar IDI Slamet Budiarto angkat bicara. Menurutnya, terbuka peluang PDSI untuk bergabung di bawah IDI.

"Bisa saja mengajukan sebagai perhimpunan di bawah IDI, nanti yg menentukan Muktamar IDI," kata Slamet saat dihubungi detikcom secara terpisah.

Ditemui usai deklarasi, Jajang menuturkan kehadiran PDSI salah satunya untuk mendorong anak bangsa di bidang kesehatan memiliki inovasi untuk Indonesia maupun dunia. PDSI disebut bakal mematuhi aturan organisasi profesi, termasuk kewenangan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI).

"PDSI berdiri atas cita-cita luhur para pendahulu di bidang ilmu kedokteran dengan mengutamakan nilai-nilai kebangsaan, kekeluargaan, sopan-santun, dan senantiasa mengantisipasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran," kata Jajang dalam keterangan resminya yang diterima detikcom, Rabu (27/4/2022).

Hubungan dengan IDI

Jajang mengatakan anggota yang tergabung dengan PDSI secara otomatis tidak berkaitan dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Jajang menegaskan bahwa PDSI berbeda dari "organisasi sebelah".

"Ini adalah pilihan, kalau memang di PDSI itu manfaatnya lebih banyak daripada mudharatnya, silahkan masuk ke PDSI... Tapi kalau banyak mudharatnya silahkan ke organisasi sebelah, tapi bagi kami bahwa PDSI berbeda dengan organisasi sebelah," lanjut Jajang.

Simak juga 'Pertemuan Jenderal Andika dan Ketum IDI Bahas soal nasib dr Terawan di RSPAD':

[Gambas:Video 20detik]



(fds/up)