Mengenal Dua Gangguan Kepribadian yang Diidap Amber Heard

ADVERTISEMENT

Mengenal Dua Gangguan Kepribadian yang Diidap Amber Heard

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Rabu, 27 Apr 2022 14:33 WIB
Clinical and forensic psychologist Dr. Shannon Curry, testifies in the courtroom at the Fairfax County Circuit Court in Fairfax, Va., Tuesday, April 26, 2022. Actor Johnny Depp sued his ex-wife actress Amber Heard for libel in Fairfax County Circuit Court after she wrote an op-ed piece in The Washington Post in 2018 referring to herself as a
Foto: AP/Brendan Smialowski
Jakarta -

Psikolog klinis dan forensik dari pihak Johnny Depp, Shannon Curry, memberikan kesaksian saat gelaran sidang pencemaran nama baik Johnny Depp vs Amber Heard. Ia mengatakan Amber Heard mengidap dua gangguan kepribadian.

Menurut Shannon, Amber mengidap gangguan kepribadian ambang (Borderline Personality Disorder) dan gangguan kepribadian histrionik (Histrionic Personality Disorder).

"Hasil evaluasi Heard mendukung dua diagnosis: gangguan kepribadian ambang dan gangguan kepribadian histrionik," kata Shannon dalam sidang disiarkan ET, dikutip Rabu (27/4/2022).

Lantas, apa itu gangguan kepribadian ambang dan gangguan kepribadian histrionik? Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, berikut penjelasannya.

Gangguan Kepribadian Ambang

Dikutip dari National Institute of Mental Health (NIMH), gangguan kepribadian ambang atau borderline personality disorder adalah gangguan mental yang dapat mempengaruhi seseorang untuk mengatur emosinya.

Hilangnya kontrol emosional membuat pengidapnya bersikap impulsif, adanya ketidakstabilan akan diri sendiri atau identitas, dan berdampak negatif pada hubungan pribadi. Mereka juga kerap mengalami perubahan suasana hati yang intens.

Pandangan dan perasaan pengidap borderline personality disorder pun cenderung ekstrem. Bisa jadi semuanya baik atau sangat buruk.

Gejala pengidap borderline personality disorder antara lain:

  • Menghindari pengabaian, membuat mereka cenderung mengakhiri atau memulai sebuah hubungan dengan cepat
  • Pola hubungan yang intens dan tidak stabil dengan keluarga, teman, atau orang yang dicintai
  • Pandangan akan diri sendiri terdistrosi dan tidak stabil
  • Melakukan tindakan impulsif dan seringnya berbahaya
  • Kecenderungan melukai diri sendiri
  • Perubahan suasana hati yang cepat
  • Memiliki perasaan yang kosong, merasakan kemarahan ekstrem, dan kerap merasa tidak terhubung dengan diri sendiri.

Namun tidak semua penderita borderline personality disorder memiliki gejala yang sama. Tingkat keparahan, frekuensi, dan durasi berbeda-beda tergantung kondisi pasien.

Gangguan Kepribadian Histrionik

Gangguan kepribadian histrionik atau histrionic personality disorder adalah gangguan kepribadian yang disebut dengan "Cluster B" atau dramatis. Orang dengan gangguan ini, memiliki keterampilan sosial yang baik, namun cenderung menggunakan keterampilan ini untuk memanipulasi orang lain sehingga mereka terus menjadi pusat perhatian.

Pengidap gangguan kepribadian histrionik senang menunjukkan emosi yang berlebihan, cenderung menganggap sesuatu secara emosional, dan merupakan pencari perhatian.

Dikutip dari WebMD, berikut beberapa gejala histrionic personality disorder:

  • Senang menjadi pusat perhatian dan merasa tak nyaman apabila tidak menjadi pusat perhatian
  • Berpakaian atau menunjukkan perilaku menggoda atau bersikap genit yang berlebihan
  • Bertindak sangat dramatis, memunculkan emosi dan ekspresi yang berlebihan
  • Terlalu peduli dengan penampilan fisik
  • Sangat sensitif terhadap kritik atau ketidaksetujuan
  • Mudah bosan dengan rutinitas
  • Membuat keputusan secara gegabah atau impulsif
  • Berpusat pada diri sendiri dan jarang menunjukkan perhatian pada orang lain
  • Memiliki kesulitan mempertahankan hubungan
  • Mengancam atau mencoba bunuh diri untuk mendapatkan perhatian
  • Cenderung tidak tulus saat berinteraksi


Simak Video "Hailey Bieber Ungkap Idap Kista Ovarium Sebesar Buah Apel"
[Gambas:Video 20detik]
(any/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT