3 Fakta Malaysia 'Bye-bye' COVID, Bebas Masker hingga Pelancong Tak Wajib Dites

ADVERTISEMENT

3 Fakta Malaysia 'Bye-bye' COVID, Bebas Masker hingga Pelancong Tak Wajib Dites

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kamis, 28 Apr 2022 16:30 WIB
Penambahan kasus positif virus Corona yang terus melonjak, mengguncang beberapa negara di Asia. Salah satunya negara Malaysia.
Ilustrasi Corona di Malaysia. (Foto: Getty Images/Rahman Roslan)
Jakarta -

Malaysia bakal mencabut banyak pembatasan COVID-19 mulai 1 Mei mendatang. Salah satunya masker tak lagi diwajibkan saat berada di luar ruangan.

Menteri Kesehatan Khairy Jamaluddin menilai tren kasus COVID-19 Malaysia selama beberapa pekan terakhir. Puncak kasus Omicron sebelumnya tercatat di bulan Maret dengan lebih dari 30 ribu infeksi per hari.

Apa saja pembatasan COVID-19 yang dilonggarkan?

Pelancong tak wajib tes COVID-19

Pelancong atau wisatawan yang ingin masuk ke Malaysia tidak lagi wajib melampirkan hasil tes negatif COVID-19. Asalkan, mereka sudah menerima vaksin COVID-19 lengkap yakni dua dosis.

Bebas masker

Mulai pekan depan, Malaysia semakin dekat dengan kehidupan normal sebelum COVID-19 lantaran kewajiban memakai masker resmi dicabut. Namun, kebijakan ini baru berlaku di luar ruangan. Sementara aktivitas di dalam ruangan tetap diharuskan memakai masker seperti di pusat perbelanjaan dan transportasi umum.

"Pemakaian masker di luar ruangan adalah opsional, tetapi tetap dianjurkan," kata Khairy dalam konferensi pers Rabu (27/4).

Tak Perlu Check In My Sejahtera

My Sejahtera merupakan aplikasi mirip PeduliLindungi yang berfungsi sebagai skrining COVID-19 dan kelompok yang tidak divaksinasi. Pemerintah Malaysia tidak lagi mewajibkan check in melalui aplikasi tersebut.

Meski begitu, warga Malaysia masih bisa menggunakan aplikasi My Sejahtera untuk melaporkan hasil tes COVID-19 dan melihatkan penilaian kesehatan mereka saat tengah dikarantina.

Dikutip dari Channel News Asia, 68,1 persen populasi dewasa sudah menyelesaikan vaksinasi booster atau sekitar lebih dari 16 juta orang. Sementara cakupan vaksinasi COVID-19 dosis kedua sudah mencapai 97,6 persen.

Sejak awal pandemi, Malaysia telah melaporkan lebih dari 4,4 juta kasus COVID-19, dengan lebih dari 35.500 kematian.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT