Selasa, 03 Mei 2022 06:15 WIB

3 Anak di DKI Meninggal, Pakar IDI Ungkap Dugaan Penyebab Hepatitis Misterius

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Ilustrasi anak sedang dirawat di rumah sakit Foto: Thinkstock
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI mengimbau masyarakat untuk mewaspadai munculnya hepatitis misterius. Pasalnya, tiga kasus infeksi hepatitis 'misterius' yang tidak diketahui penyebabnya juga ditemukan di Indonesia.

Ada tiga pasien anak dirawat di RSUPN Dr Ciptomangunkusumo, meninggal dunia setelah terkena hepatitis akut. Kemenkes RI masih mendalami proses investigasi lebih lanjut.

Menurut Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban, penyebab hepatitis misterius juga tengah diselidiki banyak negara. Dua dugaan awal yang muncul adalah adenovirus 41 dan SARS-CoV-2.

Pada beberapa pasien, para ahli bahkan menemukan dua kombinasi virus adenovirus 41 dan SARS-CoV-2 pada kasus hepatitis akut anak. Meski begitu, pakar meyakini masih ada kemungkinan infeksi hepatitis misterius disebabkan hal lain.

Apa Itu Adenovirus?

Prof Zubairi menuturkan adenovirus merupakan virus umum yang bisa dipicu berbagai penyakit seperti pilek, demam, sakit tenggorokan, bronkitis, pneumonia hingga diare.

"Adenovirus 41 belum pernah terkait dengan hepatitis dan patogen umum ini biasanya bisa sembuh sendiri," terang dia dalam akun Instagram pribadi Twitter, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan Selasa (3/5/2022).

Hingga kini belum ada tes yang bisa memastikan infeksi hepatitis 'misterius'. Namun, pasien dikategorikan terpapar jika dinyatakan negatif virus hepatitis A, B, C, D, E.

Seberapa Bahaya?

Prof Zubairi mewanti-wanti bahaya infeksi hepatitis misterius. Data di Inggris menunjukkan 10 dari 145 pasien dengan hepatitis akut memerlukan transplantasi hati.

"Menurut WHO, rentang usia pasien yang diidentifikasi sejauh ini antara bayi berusia satu bulan hingga remaja 18 tahun," sebutnya.

Wabah hepatitis misterius setidaknya sudah menyebar ke lebih dari 10 negara, laporan pertama dicatat Inggris dan Irlandia Utara per 15 April 2022. Kasusnya terus meningkat dan menyebar hingga 26 April 2022 WHO mencatat 169 kasus hepatitis akut misterius di 11 negara Eropa dan sejumlah negara bagian Amerika Serikat.

WHO sampai saat ini belum mengungkap kepastian dari penyebab hepatitis misterius yang melanda banyak negara.

Simak juga 'WHO Masih Belum Temukan Penyebab Infeksi Hepatitis Akut di Eropa-AS':

[Gambas:Video 20detik]



(naf/naf)