Selasa, 03 Mei 2022 07:13 WIB

Peneliti Respons Eks Ketum IDI soal Efek Plasebo di Gadis Bisa Jalan Usai Vaknus

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jonny peneliti utama Vaksin Nusantara Respons peneliti soal gadis 13 tahun divaksin Nusantara dikaitkan efek plasebo. (Foto: Vidya Pinandhita/detikHealth)
Jakarta -

Eks Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih mengaitkan efek plasebo pada kasus gadis bisa kembali berjalan usai divaksin Nusantara. Daeng menilai butuh penelitian lebih lanjut terkait penemuan tersebut, mengingat baru hanya satu kasus yang terlaporkan sembuh.

Seperti diketahui, efek plasebo adalah efek 'palsu' setelah mengonsumsi obat tanpa zat aktif.

"Untuk menghindari efek plasebo, apalagi kalau kebetulannya cuma sekali, sembuhnya cuma sekali atau lima kali, itu nggak bisa kemudian diambil ditarik kesimpulan, bahwa (vaksin) itu bisa menyembuhkan," kata Daeng, dikutip dari CNNIndonesia.com, Sabtu (30/4).

Peneliti utama vaksin Nusantara Johnny tidak memungkiri ada kemungkinan efek plasebo dari kasus gadis 13 tahun bernama Vanessa bisa kembali berjalan. Namun, hal tersebut perlu dianalisis lebih lanjut.

"Kasus Vanessa ini baru pertama, jadi belum ada sebelumnya. Dasar pemikiran adalah bahwa vaksin Nusantara mempunyai efek anti inflamasi," beber Johnny kepada detikcom baru-baru ini, ditulis Selasa (3/5/2022).

Efek antiinflamasi merupakan obat atau pengobatan yang mengurangi peradangan. Peradangan umumnya bisa dipicu infeksi hingga luka fisik.

Ia menekankan tim peneliti vaksin Nusantara masih menganalisis penyakit Vanessa dan kaitannya dengan vaksin Nusantara.

"Langkah selanjutnya dari temuan ini, bisa saja kami melakukan penelitian dengan jumlah pasien yang lebih banyak," pungkas dia.



Simak Video "Fenomena Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)