ADVERTISEMENT

Jumat, 06 Mei 2022 16:30 WIB

Mulai Terkuak, Inikah Penyebab Penerima Cangkok Jantung Babi Pertama Meninggal?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ilustrasi Babi (Foto: Getty Images/iStockphoto)
Jakarta -

Penerima transplantasi jantung babi pertama, David Bennett, meninggal dunia 2 bulan setelah operasi. Saat itu, penyebab meninggalnya pria 57 tahun itu belum diungkapkan secara pasti.

Sebelumnya, pihak dokter hanya menyebut kondisi pasien sempat memburuk beberapa hari sebelum ia meninggal.

Namun, sebuah laporan mengklaim bahwa pasien tersebut kemungkinan meninggal akibat infeksi virus hewan. Menurut laporan baru yang diterbitkan di MIT Technology Review, jantung Bennett hasil transplantasi itu mungkin telah terinfeksi virus babi yang disebut porcine cytomegalovirus.

Laporan tersebut mengatakan infeksi bisa dicegah, tetapi dapat memiliki efek buruk pada transplantasi.

"Kami mulai mempelajari mengapa dia (Bennett) meninggal," beber ahli bedah transplantasi di University of Maryland School of Medicine (UMSOM) Bartley Griffith dikutip dari Daily Star, Jumat (6/5/2022).

"Virusnya mungkin adalah aktornya (penyebab utama), atau bisa jadi aktornya yang memicu semua ini," lanjutnya.

Dari Mana Asal Babi Tersebut?

Diketahui babi yang digunakan dalam transplantasi jantung itu dibesarkan oleh Revivicor, perusahaan biotek yang mengubah genom babi untuk mengurangi risiko infeksi.

Para ilmuwan mengatakan babi tersebut telah dibesarkan di lingkungan laboratorium bebas penyakit dan dipastikan bebas dari patogen sebelum dibawa ke laboratorium.

Para peneliti menyatakan bahwa mereka tidak mendeteksi adanya penularan virus babi, antara babi dan manusia atau ke primata non manusia dalam penelitian sebelumnya.



Simak Video "Pasien Pertama Penerima Cangkok Jantung Babi Meninggal, Ini Kata Ahli"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT