Sabtu, 07 Mei 2022 18:01 WIB

Ini Jenis Masker Paling Mempan Cegah Corona Jika Mudik Naik Transportasi Umum

Vidya Pinandhita - detikHealth
Ratusan pemudik bersiap menaiki kereta api jarak jauh tujuan akhir Surabaya dan Malang di kawasan Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Rabu (27/4). Dilaporkan jumlah penumpang meningkat hingga 95 persen. Ilustrasi rekomendasi pakar perihal jenis masker paling baik untuk mudik menggunakan transportasi umum. Foto: Pradita Utama
Topik Hangat Mudik Sehat 2022
Jakarta -

Masyarakat Indonesia kini tinggi mobilitas imbas arus balik mudik Lebaran. Mengingat tahun ini, berbeda dengan tahun sebelumnya, warga kembali diperbolehkan melakukan perjalanan mudik Lebaran meski pandemi COVID-19 masih berlangsung. Tentunya, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker.

Namun tak sembarangan, terdapat jenis masker tertentu yang dianjurkan oleh dokter untuk proteksi optimal dari paparan virus Corona. Menurut spesialis paru paru Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Erlina Burhan, SpP(K), masker medis bekerja lebih efektif dibandingkan masker kain.

"Saya sih sarankan masker jangan masker kain, minimal masker bedah," ujar dr Erlina saat ditemui dalam acara 'Understanding COVID-19 Vaccine Effectiveness' di Jakarta Selatan, Rabu (27/4/2022).

"Karena kita nggak tahu di dalam kereta itu orang sakit atau nggak kan nggak wajib PCR kan, saya sarankan kalau keramaian dan waktu lama di atas bus enam jam bareng-bareng kita nggak tahu orang sakit atau nggak sebaiknya pakai masker N95," sambungnya.

Pakai Masker Jangan Melorot!

dr Erlina juga menyorot pemudik tahun ini bebas dari syarat perjalanan berupa tes COVID-19 PCR maupun antigen. Setiap pelaku perjalanan mungkin tak mengetahui jika dirinya atau orang lain dalam satu kendaraan tengah terjangkit virus Corona.

Maka itu, pun pemudik sudah sempat mengejar vaksinasi COVID-19 dosis primer satu dan dua serta booster, dr Erlina menegaskan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Salah satunya dengan menggunakan masker secara benar. Pasalnya, risiko terkena COVID-19 tak hanya ditentukan oleh tingkat imunitas yang diperoleh dari vaksin, melainkan juga tingkat keterpaparan dan jumlah virus yang masuk ke tubuh.

"Di dalam kereta, bus, apalagi pulang kampung butuh waktu berjam-jam, (sampai) lima jam. Kemungkinan ada satu orang sakit dan tidak pakai protokol kesehatan, itu virus akan bersirkulasi dalam kendaraan tersebut. Karena kita tidak tahu siapa yang sakit, siapa yang tidak. Apalagi sekarang tidak perlu PCR, jadi tanggung jawab pribadi untuk melindungi diri," jelasnya.

"Pakailah masker dengan benar. Jangan melorot," pungkas dr Erlina.



Simak Video "Fenomena Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)
Topik Hangat Mudik Sehat 2022