ADVERTISEMENT

Senin, 09 Mei 2022 11:02 WIB

4 Anak RI Meninggal Diduga Hepatitis Misterius, Ini Status Vaksin COVID-nya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
The word Hepatitis is written on wooden blocks next to tablets on a blue background. Medical concept Ilustrasi hepatitis misterius.(Foto: Getty Images/iStockphoto/ALENA DZIHILEVICH)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI mengungkap status vaksinasi COVID-19 empat kasus anak diduga hepatitis 'misterius'. Rentang usia anak berada di bawah 11 tahun, ada yang baru menerima satu dosis hingga vaksin lengkap.

"Yang delapan tahun satu kali sudah divaksin, yang 11 tahun sudah lengkap, yang dua tahun memang belum divaksin," beber juru bicara Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi kepada detikcom Senin (9/5/2022).

Ketiganya merupakan pasien anak di DKI Jakarta yang meninggal dunia usai sebelumnya sempat dirawat di RS Cipto Mangunkusumo. Sementara kasus baru diduga hepatitis 'misterius' di Tulungagung masih dalam penelusuran epidemiologi.

"Kasus Tulungagung masih pemeriksaan epidemiologis (riwayat vaksin belum diketahui)," sambung dia.

Total ada empat kasus pending hepatitis 'misterius' hingga Senin (9/5). Kasus pending diartikan pemerintah belum bisa mengkonfirmasi kepastian penyebab yang bersangkutan, tetapi diduga kuat berkaitan hepatitis 'misterius'.

"Ada empat kasus pending hepatitis akut. Belum bisa dikonfirmasi karena masih perlu beberapa tes," kata dr Nadia.

Selain melakukan tes laboratorium virus hepatitis A, B, C, D, maupun E, pemerintah juga melanjutkan tes adenovirus. Adenovirus diduga para pakar menjadi penyebab munculnya hepatitis 'misterius'.

Sejak hepatitis 'misterius' heboh jadi sorotan publik dunia, muncul berbagai dugaan terkait asal muasalnya termasuk kaitan dengan vaksin COVID-19. Namun, hingga kini belum ada bukti kaitan antara vaksin COVID-19 dan infeksi hepatitis misterius.

Bahkan, banyak anak yang terinfeksi belum menerima vaksin COVID-19.



Simak Video "Dua Dugaan Penyebab Hepatitis Akut Misterius"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT