ADVERTISEMENT

Senin, 09 Mei 2022 17:15 WIB

Mengenal Obat Entecavir: Dosis, Efek Samping, dan Aturan Pakai

Patrick Trusto Jati Wibowo - detikHealth
entecavir meme viral Entecavir (Foto: Viral)
Jakarta -

Entecavir dikenal luas sebagai obat hepatitis B kronis. Obat ini dapat mengurangi jumlah virus penyebab hepatitis di dalam tubuh serta memperbaiki kondisi liver. Hepatitis B kronis merupakan infeksi pada liver yang dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti kanker hati.

Infeksi virus hepatitis B kronis dapat berlangsung seumur hidup dan beresiko menyebabkan kerusakan pada liver. Dengan bantuan obat Entecavir, maka perkembangan dan penyebaran virus hepatitis B akan berkurang serta mencegah kerusakan lebih lanjut pada liver.

Dikutip dari MIMS, Senin (9/5/2022), obat Entecavir masuk ke dalam golongan obat keras. Jadi, gunakan obat ini di bawah pengawasan dokter, serta ikuti aturan pakai. Berikut ini adalah dosis, efek samping, dan aturan pakai obat Entecavir.

Dosis Obat Entecavir

Obat Entecavir tersedia dalam bentuk tablet selaput. Dosis obat Entecavir harus disesuaikan dengan kondisi dan keadaan pasien. Misalnya pada pasien anak-anak, dosis obat ini disesuaikan dengan berat badan.

1. Hepatitis B Kronis

Berikut adalah dosis obat Entecavir untuk menangani hepatitis B kronis:

  • Dewasa: Diberikan dosis 0,5 mg tiap satu kali sehari. Jika pasien sedang menjalani pengobatan dengan Lamivudine, maka diberikan dosis 1 mg tiap satu kali sehari.
  • Anak-anak: Usia anak di atas 2 tahun dengan BB di atas 10 kg diberikan dosis 0,015 mg/kgBB tiap satu kali sehari. Dosis maksimal yang diberikan 1,5 mg per hari. Sedangkan jika anak sedang menjalani pengobatan dengan Lamivudine, maka diberikan dosis 0,03 mg/kgBB tiap satu kali sehari. Dosis maksimal yang diberikan 1 mg per hari.

2. Gangguan Ginjal

Selain itu, obat Entecavir juga dapat digunakan untuk membantu pasien pengidap gangguan ginjal. Dokter perlu melakukan penyesuaian dosis pada pengidap gangguan ginjal berdasarkan hasil klirens kreatinin (CrCl) dan hemodialisis seperti berikut:

  • CrCl 50 mL/menit: Diberikan dosis 0,5 mg sekali sehari atau 1 mg sekali sehari untuk pasien yang menjalani pengobatan dengan Lamivudine.
  • CrCl 30-49 mL/menit: Diberikan dosis 0,5 mg tiap dua hari sekali atau 0,5 mg sekali sehari untuk pasien yang menjalani pengobatan dengan Lamivudine.
  • CrCl 10-29 mL/menit: Diberikan dosis 0,5 mg tiap tiga hari sekali atau 0,5 mg dua hari sekali untuk pasien yang menjalani pengobatan dengan Lamivudine.
  • Hemodialisis: Diberikan dosis 0,5 mg tiap 5 hingga 7 hari sekali atau 0,5 mg tiga hari sekali untuk pasien yang menjalani pengobatan dengan Lamivudine. Obat harus diberikan sesudah menjalani prosedur bila diminum pada hari pertama.

Efek Samping Obat Entecavir

Biasanya, mengonsumsi obat Entecavir dapat menyebabkan kantuk atau pusing. Obat ini juga memiliki efek samping lain seperti berikut:

  • Sakit kepala
  • Demam
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Dispepsia
  • Insomnia

Selain itu, ada beberapa efek samping obat Entecavir yang cukup serius. Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami salah satu gejala berikut ini:

  • Badan lemas dan tidak nyaman
  • Detak jantung tidak teratur
  • Nyeri otot yang tidak biasa
  • Napas pendek
  • Pusing
  • Sakit perut

Aturan Pakai Obat Entecavir

Konsumsi Entecavir sesuai resep dokter atau gunakan sesuai dengan petunjuk pada label yang tertera. Jangan menambah atau mengurangi dosis dari yang diinstruksikan oleh dokter. Hal ini bertujuan agar pengobatan berjalan efektif dan untuk mengurangi perkembangan resistensi tubuh terhadap obat.

Minumlah obat Entecavir saat perut kosong, setidaknya 2 jam sebelum atau sesudah makan. Karena obat ini bekerja lebih baik saat jumlahnya di dalam tubuh dalam level yang konstan, maka minum di waktu yang sama setiap hari.

Habiskan dosis yang telah diberikan dokter meskipun kondisi sudah mulai membaik. Jangan menghentikan pengobatan tanpa konsultasi dengan dokter, karena dapat menyebabkan infeksi kambuh kembali dan sulit diobati.

Selama melakukan pengobatan dengan Entecavir, lakukan tes darah secara rutin untuk memeriksa fungsi liver dan respons tubuh terhadap pengobatan.



Simak Video "Tekan Kasus Hepatitis, Menkes Sarankan Intervensi Preventif ke Ibu Hamil"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT