Selasa, 10 Mei 2022 18:13 WIB

Anak Demam Pasca Lebaran? IDAI Minta Orang Tua Waspadai Penyakit Ini

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Anak sakit Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Momen libur Lebaran merupakan hal yang menyenangkan. Selain mempererat silaturahmi, liburan juga bisa mengembalikan semangat dan mengurangi stres.

Sayangnya, pasca libur Lebaran, anak sering mengalami demam yang biasa disebabkan perubahan pola makan, kurangnya istirahat, udara di lingkungan baru, dan ritme tubuh yang berubah saat liburan. Apalagi jika kondisi anak kelelahan dan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Tropis Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Anggraini Alam mengingatkan, bagi para orang tua untuk mewaspadai beberapa penyakit infeksi yang ditandai dengan gejala awal seperti demam. Penyakit yang harus diwaspadai, seperti COVID-19, influenza yang menyebabkan gejala sakit kepala dan sakit tenggorokan, infeksi saluran kemih karena menahan buang air kecil atau telat mengganti popok, serta beberapa penyakit infeksi lain.

"Anak-anak yang main, luka-luka, dan tidak mandi, bisa saja (terkena) leptospira. Oleh karena itu penyakit infeksi semua menunjukkan demam," kata dokter yang akrab disapa Anggi, dalam siaran virtual IDAI, Selasa (10/5/2022).

dr Anggi mengingatkan usai libur Lebaran orang tua sebaiknya melakukan pengecekan suhu tubuh anak. Suhu tubuh anak normal yakni sekitar 36,8. Jika sudah melewati itu, harus diwaspadai.

"Saat anak demam, tanyakan kapan mulai demam, muncul tanda apa, apa saja aktivitas anak, dan apa makan minumnya," katanya.

Di tengah pandemi COVID-19, pemeriksaan dini sangat membantu karena virus yang ada saat ini menular dengan sangat cepat. Dengan mengetahui penyebab demam anak, bisa segera dilakukan penanganan penyakit.

"Sebagian besar (gejala) pada anak tidak berat, sehingga melakukan pemeriksaan cepat pada zaman COVID-19, sangat membantu," terangnya.



Simak Video "Infeksi HPV Berisiko Menyebabkan Kanker Penis"
[Gambas:Video 20detik]
(any/fds)