ADVERTISEMENT

Rabu, 11 Mei 2022 12:36 WIB

Bangkai Paus Terdampar di Flores Dikonsumsi Warga, Ini Risiko Kesehatannya

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Bangkai Paus sperma yang terdampar di Pantai Dusun Riangkaha, Desa Riangrita, Kecamatan Ilebura, Kabupaten Flores Timur, menjadi tontonan warga sebelum dipotong-potong dan dibagi-bagi kepada warga setempat, Senin (9/5/2022). Bangkai paus sperma yang terdampar di Pantai Dusun Riangkaha, Desa Riangrita, Kecamatan Ilebura, Kabupaten Flores Timur, menjadi tontonan warga sebelum dipotong-potong dan dibagi-bagi kepada warga setempat, Senin (9/5/2022). Foto: ist
Jakarta -

Seekor paus sperma terdampar di Pantai Dusun Riangkaha, Desa Riangrita, Kecamatan Ilebura, Kabupaten Flores Timur (Flotim), NTT, Senin (9/5/2022).

Paus yang ditemukan terdampar dalam kondisi mati tersebut dibagikan kepada warga untuk dikonsumsi setelah masyarakat dusun Riangkaha membuat prosesi adat yang dipimpin oleh Lembaga Adat suku Kedang dan suku Temu untuk dilakukan pemotongan.

"Kalau secara aturan apa yang dilakukan masyarakat di Flores Timur tidak diperbolehkan. Tapi kadang kalau sudah bicara adat, ini yang jadi sulit," jelas Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Im Fauzi, Dikutip dari detikBali (11/05/2022).

Sementara itu, pakar kesehatan pencernaan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Ari Fahrial Syam, mewanti-wanti untuk mengantisipasi risiko bahaya bila paus terdampar tersebut mengandung logam berbahaya.

"Kemudian di satu sisi perlu juga antisipasi, apakah secara khusus si ikan paus ini mengandung logam-logam yang berbahaya," ujarnya pada detikcom, Rabu (11/05/2022).

Prof Ari menekankan untuk hati-hati mengkonsumsi paus yang terdampar dengan kondisi telah mati karena bisa jadi kualitasnya tidak layak konsumsi.

"Ikan-ikan yang ada itu pun bisa saja tercemar tapi kalau ikan tersebut dipastikan diambil dari suatu lokasi yang tidak mengandung logam tinggi tentu tidak masalah. Tapi kalau ini kan posisinya ikan yang sudah mati, jadi secara kualitas ikan ini tidak dalam keadaan fresh," sambungnya.

Terlebih menurutnya, mengkonsumsi paus temuan yang telah mati berisiko terkena bakteri-bakteri yang telah merusak struktur daging ikan tersebut.

"Saran saya memang kita mesti hati-hati mengkonsumsi ikan yang kebetulan mati dan kita tidak tahu matinya ini masih baru, artinya kualitas daging ikannya masih segar atau sudah ada bakteri-bakteri yang mulai merusak struktur daging dari ikan tersebut," pungkasnya.



Simak Video "Bakteri Usus Membantu Melawan Gejala Covid-19 pada Anak-anak"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT