Rabu, 11 Mei 2022 13:16 WIB

Mengenal Batuk: Penyebab, Jenis, dan Cara Mengatasinya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
COVID-19 Pandemic Coronavirus, Asian woman wearing a mask, have a symptoms coughing and fever Batuk Foto: Getty Images/iStockphoto/ronnachaipark
Jakarta -

Batuk merupakan cara tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan dari radikal bebas yang menyebabkan iritasi tenggorokan. Sistem saraf umumnya akan mengirim sinyal ke otak dan akhirnya bisa memicu batuk.

Batuk juga bisa menandakan adanya penyakit atau gangguan kesehatan di dalam tubuh. Apalagi jika berlangsung selama beberapa minggu dan disertai gejala lain, seperti demam, flu, hingga dahak berwarna kuning atau darah.

Selain itu, batuk yang berkepanjangan dan keras dapat mengiritasi paru-paru dan menyebabkan lebih banyak batuk. Kondisi ini tentunya sangat melelahkan, bahkan bisa menyebabkan seseorang sulit tidur, pusing atau pingsan, sakit kepala, inkontinensia urine, muntah, dan tulang rusuk patah.

Penyebab Batuk

Ada banyak hal yang bisa membuat seseorang mengalami gejala batuk. Beberapa di antaranya, yaitu:

  • Iritan atau alergen
  • Merokok
  • Bau yang kuat (seperti pembersih dan parfum)
  • Cetakan
  • Debu
  • Serbuk sari
  • bulu hewan peliharaan
  • Lendir
  • Obat-obatan tertentu, seperti obat tekanan darah yang dikenal sebagai ACE inhibitor.

Kondisi medis yang menyebabkan batuk akut dan subakut, seperti:

  • Pilek
  • Flu
  • Bronkitis akut atau bronkiolitis
  • Radang dlm selaput lendir
  • Radang paru-paru
  • Batuk rejan (juga disebut pertusis)
  • Asma
  • Alergi
  • Paparan asap rokok orang kedua atau ketiga yang akut

Kondisi medis yang dapat menyebabkan batuk kronis, seperti:

  • Bronkitis kronis
  • Asma
  • Alergi
  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan kondisi paru-paru lainnya
  • Penyakit refluks gastroesofageal (GERD)
  • Gangguan tenggorokan, termasuk gangguan pita suara
  • Tetes postnasal
  • Gagal jantung dan kondisi jantung lainnya

Jenis Batuk

Ada banyak jenis batuk yang perlu diketahui. Beberapa nama untuk batuk bisa menggambarkan berapa lama mereka bertahan di dalam tubuh hingga memiliki suara yang berbeda. Berikut informasinya.

Jenis Batuk Sesuai Waktu Bertahan

  • Batuk akut dimulai secara tiba-tiba dan berlangsung selama dua sampai tiga minggu.
  • Batuk subakut adalah batuk yang menetap setelah Anda mengalami infeksi dan berlangsung selama tiga hingga delapan minggu.
  • Batuk kronis berlangsung lebih dari delapan minggu. Batuk yang berlangsung lama juga bisa disebut batuk persisten.
  • Batuk refrakter adalah batuk kronis yang tidak merespon pengobatan.

Jenis Batuk yang Berhubungan dengan Lendir

  • Batuk produktif, atau batuk basah, adalah batuk yang mengeluarkan lendir atau dahak.
  • Batuk tidak produktif, atau batuk kering, tidak mengeluarkan lendir atau dahak.

Jenis Batuk yang Memiliki Suara Berbeda dengan Kondisi Tertentu

  • Rejan. Pertusis, atau batuk rejan, adalah infeksi yang menyebabkan batuk yang terdengar seperti "teriakan".
  • Gonggongan. Batuk yang terdengar seperti menggonggong bisa menjadi tanda croup (penyakit saluran pernapasan).
  • Mengi. Batuk jenis ini sering terjadi ketika seseorang memiliki saluran udara yang tersumbat. Ini dapat dikaitkan dengan infeksi, seperti pilek, atau kondisi kronis, seperti asma.

Cara Mengatasi Batuk

Mengatasi batuk dapat dilakukan dengan berbagai cara tergantung penyebabnya. Bagi orang dewasa yang sehat, batuk akan sembuh dengan sendirinya jika tergolong batuk ringan. Berikut ini adalah beberapa cara untuk mengatasi penyakit batuk.

  • Pastikan untuk mengonsumsi air dalam jumlah cukup (minimal 1.5 liter per hari)
  • Rajin mencuci tangan untuk menjaga kebersihan dari infeksi virus dan bakteri
  • Usahakan mendapat paparan sinar matahari setiap harinya ( kurang lebih 15-20 menit per hari)
  • Menghindari lokasi yang penuh dengan polusi debu atau kotoran
  • Hindari konsumsi makanan berminyak/pedas yang berlebihan dalam jumlah besar atau terlalu sering
  • Rajin mengkonsumsi buah sayur dan rajin berolahraga secara teratur
  • Periksakan diri kepada dokter bila mengalami batuk selama lebih dari 2 minggu yang tidak kunjung berhenti, atau cenderung berulang setiap bulannya.
  • Bila sedang mengalami batuk, gunakan masker dan terapkan etika batuk/bersin (batuk/bersin ke lipat siku)


Simak Video "Makan Es Krim Bikin Anak Batuk dan Flu? Begini Faktanya!"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)