Rabu, 11 Mei 2022 13:30 WIB

Alasan IDAI Belum Rekomendasikan Tunda PTM Meski Dibayangi Hepatitis Misterius

Vidya Pinandhita - detikHealth
Sekolah di Jakarta menggelar tatap muka terbatas hari ini. Kapasitas ruang kelas bisa terisi 100 persen dengan durasi belajar 6 jam. Ilustrasi alasan IDAI belum memberikan rekomendasi penundaan PTM terkait hepatitis misterius. Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tak menutup kemungkinan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bakal ditunda imbas hepatitis misterius pada anak-anak. Akan tetapi, hingga kini pihaknya tak mengeluarkan rekomendasi penundaan PTM lantaran belum terdapat bukti yang cukup terkait penyebab hepatitis misterius tersebut.

"Sampai saat ini memang belum dikeluarkan rekomendasi. Untuk PTM kita belum cukup untuk bukti-buktinya. Karena buktinya sampai sekarang belum jelas," ujar Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastro-Hepatologi IDAI, dr Muzal Kadim, SpA(K) dalam diskusi daring, Selasa (10/5/2022).

Sejumlah pihak menduga, kemungkinan besar hepatitis misterius tersebut disebabkan oleh adenovirus strain 41. Namun dr Muzal menegaskan, hingga kini belum ada kepastian perihal penyebab penyakit tersebut. Hal itu yang menjadi landasan IDAI tak mengeluarkan rekomendasi penundaan PTM.

"Masih laboratoriumnya juga masih diperiksa, masih pending karena tidak semua laboratorium itu bisa kita lakukan ada beberapa. Adenovirus juga kita tidak mudah memeriksanya. Untuk saat ini belum dikeluarkan rekomendasi resminya untuk PTM," sambungnya.

Meski begitu, tak tertutup kemungkinan PTM bakal harus ditunda beberapa waktu mendatang.

"Bisa saja satu sampai dua hari kita mengeluarkan itu kalau memang perlu. Bukan berarti menunggu kasus lebih parah, tapi memang sekarang ini belum cukup kuat (bukti-buktinya)," pungkas dr Muzal.

"Waktu COVID juga demikian, perlu bukti-bukti dulu. PTM bukan sesuatu yang sepele. Ini sudah mulai PTM, lalu dilarang lagi. Kita harus berhati-hati dan seksama menilainya ini," lanjutnya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K). Menurutnya, pihaknya terus melakukan kajian untuk melihat intensitas kasus hepatitis misterius. Penundaan PTM pun akan bergantung pada situasi penyebaran penyakit tersebut.

"Kita terus melakukan kajian seperti apa intensitas dari kasusnya. Namun sementara ini, sampai saat ini IDAI belum mengeluarkan rekomendasi untuk menunda PTM," beber dr Piprim.

"Hanya memang perlu lebih waspada pada saat nanti anak-anak sudah melakukan PTM, protokol kesehatan tetap dilakukan oleh anak-anak kita. Nanti terus kita akan lakukan kajian dan informasinya akan dinamis, tergantung dengan keadaan," pungkasnya.



Simak Video "Simak! Imbauan IDAI soal Munculnya Hepatitis Akut Misterius"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)