Rabu, 11 Mei 2022 16:45 WIB

Mengenal Sariawan: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Close up Children with aphtha on lip Mengenal gejala hingga penyebab sariawan. (Foto: Getty Images/iStockphoto/PhanuwatNandee)
Jakarta -

Sariawan merupakan peradangan atau lesi kecil dan dangkal yang berkembang pada jaringan lunak di mulut atau gusi. Sariawan tidak muncul di permukaan bibir dan tidak menular. Meski begitu, sariawan bisa sangat menyakitkan dan membuat sulit makan serta bicara.

Pada kebanyakan kasus, sariawan bisa hilang dengan sendirinya dalam satu atau dua minggu. Jika sariawan yang muncul menyebabkan nyeri yang berlebih dan tidak kunjung sembuh, segera konsultasikan ke dokter.

Penyebab Sariawan

Dikutip dari Mayo Clinic, penyebab pasti sariawan masih belum jelas. Namun, para ahli menduga ada beberapa faktor yang bisa memicu terjadinya sariawan, yakni:

  • Cedera ringan pada mulut. Ini bisa terjadi karena perawatan gigi, menyikat gigi yang berlebihan, kecelakaan olahraga, atau gigitan pada pipi bagian dalam yang tidak disengaja.
  • Pasta gigi dan obat kumur yang mengandung sodium lauryl sulfate.
  • Kepekaan terhadap makanan, terutama cokelat, kopi, stroberi, telur, kacang-kacangan, keju, dan makanan pedas atau asam.
  • Kekurangan vitamin B12, seng, folat (asam folat), atau zat besi.
  • Respons alergi terhadap bakteri tertentu di mulut.
  • Helicobacter pylori, bakteri yang menyebabkan tukak lambung.
  • Pergeseran hormonal selama menstruasi.
  • Stres emosional.

Sariawan juga bisa dipengaruhi oleh kondisi atau penyakit tertentu, seperti:

  • Penyakit celiac
  • Penyakit radang usus (crohn dan kolitis ulserativa)
  • Penyakit Behcet
  • Sistem kekebalan yang rusak dan menyerang mulut
  • HIV/AIDS

Faktor Risiko Sariawan

Sariawan bisa dialami oleh siapa saja, tetapi paling sering terjadi pada remaja dan dewasa muda. Kondisi ini juga lebih sering dialami oleh wanita.

Seringkali orang dengan sariawan yang berulang juga memiliki riwayat keluarga dengan gangguan kesehatan tersebut. Ini mungkin dipengaruhi faktor keturunan atau lingkungan, seperti makanan dan alergi tertentu.

Gejala Sariawan

Kebanyakan sariawan berbentuk bulat atau oval dengan bagian tengah yang berwarna putih atau kuning, dengan tepi berwarna merah. Itu bisa terbentuk pada lidah atau bagian bawahnya, di dasar gusi, atau langit-langit mulut.

Saat sariawan muncul, mungkin akan terasa sensasi seperti kesemutan atau terbakar satu atau dua hari sebelum luka benar-benar muncul. Ada beberapa jenis sariawan, yaitu sariawan minor, mayor, dan herpetiform.

Sariawan ringan atau minor

  • Biasanya kecil
  • Berbentuk oval dengan tepi merah
  • Sembuh tanpa bekas luka dalam satu atau dua minggu

Sariawan besar atau mayor

  • Ukuran sariawan lebih besar dan lebih dalam
  • Biasanya bulat dengan batas yang jelas tetapi mungkin memiliki tepi yang tidak beraturan
  • Terasa lebih sakit
  • Mungkin membutuhkan waktu lebih lama hingga enam minggu untuk sembuh dan meninggalkan jaringan parut yang luas

Sariawan herpetiform

Sariawan herpetiform jarang terjadi dan biasanya berkembang di kemudian hari, tetapi tidak disebabkan oleh infeksi virus herpes. Sariawan ini terdiri dari beberapa bulatan yang bisa menjadi satu ulkus besar.

Sariawan ini memiliki tepi yang tidak beraturan dan sembuh tanpa bekas luka dalam satu hingga dua minggu.

Pengobatan Sariawan

Untuk mengatasi sariawan bisa menggunakan bahan-bahan yang tersedia di rumah, seperti:

  • Bilas mulut dengan air garam atau larutan soda kue sebanyak 1 sendok teh dalam 1/2 gelas hangat.
  • Oleskan sedikit susu magnesium pada sariawan beberapa kali dalam sehari.
  • Hindari makanan abrasif, asam, atau pedas yang dapat menyebabkan iritasi dan rasa sakit lebih lanjut.
  • Oleskan es ke sariawan dan biarkan es larut perlahan di atas sariawan.
  • Sikat gigi dengan lembut menggunakan sikat yang lembut.


Simak Video "Indonesia Didominasi Varian Omicron, Termasuk BA.4-BA.5"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)