Kamis, 12 Mei 2022 07:31 WIB

Afsel Kembali 'Diamuk' COVID dan Cetak Rekor, Diduga Varian Baru Lagi

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus COVID-19 di Afrika Selatan melonjak usai ditemukannya varian Omicron di negara tersebut. Vaksinasi COVID-19 pun digencarkan guna menanggulangi varian itu. Foto: AP Photo
Jakarta -

Afrika Selatan kembali 'diamuk' COVID-19. Institut Nasional untuk Penyakit Menular Afrika Selatan pada Rabu (11/5) mencatat 10.017 kasus baru COVID-19, penambahan kasus baru tertinggi sejak Januari.

Kasus yang kembali melampaui 10 ribu orang ini memberikan peringatan awal bagi pemerintah terkait kemungkinan Afsel diserang gelombang baru yakni gelombang kelima COVID-19.

Dikutip dari Reuters, gelombang ini diduga dipicu dominasi subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Afrika Selatan menjadi wilayah yang menyumbang jumlah kematian paling banyak di benua Afrika.

Afsel baru saja keluar dari wabah gelombang keempat Januari lalu. Para ahli menilai gelombang kelima Afsel bisa menyerang di bulan musim dingin sekitar Mei dan Juni.

Sayangnya, cakupan vaksinasi COVID-19 di Afsel masih rendah. Populasi dewasa yang baru menerima satu dosis vaksin masih di bawah 50 persen atau sekitar 40 juta orang. Sementara mereka yang sudah menerima vaksinasi COVID-19 lengkap mencapai 45 persen dari populasi.

Laju vaksinasi Afsel belakangan melambat dalam beberapa bulan terakhir. Awalnya kampanye vaksinasi Afsel dirundung oleh kesulitan mengamankan persediaan, tetapi kemudian banyak warga meragukan keamanan dan efektivitas vaksin.



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)