Kamis, 12 Mei 2022 17:32 WIB

FKUI Beberkan Hasil Pemeriksaan Sampel Pasien Hepatitis Akut 'Misterius'

Firdaus Anwar - detikHealth
Closeup saline IV drip for patient and Infusion pump feeding into child patient while she is sleeping on bed in the hospital Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Sasiistock
Jakarta -

Pemerintah menunjuk laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dalam investigasi dugaan kasus hepatitis akut misterius. Sejauh ini dikabarkan sudah ada 7 sampel yang diperiksa.

Spesialis mikrobiologi FKUI, Dr dr Budiman Bela, SpMK(K), mengatakan pemeriksaan sampai saat ini masih berjalan. Namun dari hasil yang sudah diketahui, belum ditemukan jejak adenovirus 41 pada sampel.

"Tidak ditemukan adenovirus 41. Di sini kami memperkirakan bisa saja karena hanya menggunakan sampel plasma bukan whole blood," kata dr Budiman Bela dalam keterangan yang disiarkan kanal Youtube CME FKUI, Kamis (12/5/2022).

"Karena pasien telah meninggal sehingga hanya sampel yang ada saja yang bisa kita periksakan. Sementara seperti tadi yang sempat saya kemukakan, adenovirus 41 lebih banyak ditemukan pada sampel darah lengkap atau whole blood," lanjutnya.

Adenovirus 41 adalah virus yang saat ini dicurigai berkaitan dengan kasus hepatitis misterius. Otoritas kesehatan di berbagai tempat tengah berusaha melakukan pemeriksaan untuk adenovirus pada kasus hepatitis akut sebagai langkah investigasi.

Pada sampel yang diperiksa FKUI, peneliti melaporkan malah menemukan jejak genetik untuk virus cytomegalovirus (CMV), bakteri Bacillus cereus, dan bakteri Legionella.

"Untuk cytomegalovirus, sebagian besar anak di Indonesia itu sudah terinfeksi. Jadi walaupun ada kemungkinan, semua ini kami simpan dulu apakah memang mereka ini penyebab atau tidak," pungkas dr Budiman Bela.



Simak Video "Simak! Imbauan IDAI soal Munculnya Hepatitis Akut Misterius"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)