Sabtu, 14 Mei 2022 11:14 WIB

Korut Hadapi 'Bencana Besar' COVID-19, WHO Siap Bantu Suplai Vaksin

Firdaus Anwar - detikHealth
Geneva, Switzerland - December 03, 2019: World Health Organization (WHO / OMS) Logo at WHO Headquarters Foto: Getty Images/diegograndi
Jakarta -

Korea Utara (Korut) dikabarkan tengah menghadapi lonjakan kasus COVID-19. Pemimpin Korut Kim Jong Un mendeskripsikannya sebagai bencana besar dengan data terbaru sudah ada 280.810 orang yang dikarantina.

Kim mengaku ke depannya akan mencontoh kebijakan pengendalian COVID-19 seperti yang dilakukan China.

"Kita harus mengambil contoh dari pengalaman dan pencapaian pencegahan virus yang dilakukan Partai Komunis China dan rakyatnya," kata Kim seperti dikutip dari The Guardian, Sabtu (14/5/2022).

Sebelumnya, Korut tidak pernah melaporkan ada kasus COVID-19 dari awal pandemi hingga akhirnya 'kebobolan' pada Kamis (12/5/2022). Korut juga diketahui tidak menjalankan program vaksinasi COVID-19 dan sempat menolak donasi vaksin dari luar negeri.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam hal ini mengaku sudah berhubungan dengan otoritas kesehatan di Korut. WHO siap memberi bantuan suplai vaksin COVID-19 lewat skema COVAX.

"Bersama para mitra, termasuk di antaranya Unicef dan Gavi, WHO telah mendukung Korut mengembangkan rencana pemberian vaksin COVID-19," ungkap WHO seperti dikutip dari laman resmi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

"WHO tetap berkomitmen bekerja sama dengan otoritas nasional Korut dengan memberi mereka informasi yang diperlukan tentang vaksin COVID-19 melalui COVAX," lanjutnya.



Simak Video "Kim Jong Un Semprot Pejabat Korut karena Gagal Cegah Penyebaran Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)