Sabtu, 14 Mei 2022 16:45 WIB

Dokter IDI Keluhkan 'Serangan' dari Pejabat, Curhat ke Anggota Wantimpres

Firdaus Anwar - detikHealth
Ilustrasi fokus (bukan buat insert) IDI Pecat dr Cuci Otak (Fuad Hasim/detikcom) Foto: Ilustrasi fokus (bukan buat insert) IDI Pecat dr 'Cuci Otak' (Fuad Hasim/detikcom)
Jakarta -

Para dokter Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengeluhkan 'serangan' yang dilakukan oleh tokoh dan awam di media massa terkait kewenangan IDI. Hal ini diketahui merupakan imbas konflik yang terjadi antara IDI dengan eks Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Beberapa dokter IDI dalam diskusi daring dengan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Irjen Polisi Purn Sidarto Danusubroto berharap ada jalan tengahnya.

"Melihat hiruk pikuk perdebatan di media sosial, termasuk para pejabat dan anggota DPR, itu membuat sedikit ada kekhawatiran," kata salah satu peserta diskusi dr Bahtiar Husain seperti dikutip dari kanal Youtube STHM Ditkumad, Sabtu (14/5/2022).

"Terus terang kami di media massa ini keteteran terus menghadapi mereka yang hanya berdasarkan testimoni," lanjut peserta lainnya, dr Rullijanto Wirahardja.

Menanggapi keluhan dari para dokter IDI, Sidarto mengakui memang selayaknya organisasi profesi medis hanya ada satu yaitu IDI untuk dokter dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) untuk dokter gigi. Ini sesuai ketentuan Undang-undang No 29 Tahun 2004.

"Saya bukan dokter tapi ini adalah pandangan dari saya yang mengalami pergolakan selama masa 7 presiden di mana kadang-kadang ada benturan organisasi profesi," kata Sidarto.

"(Benturan -red) tidak diharapkan terjadi di profesi kedokteran karena ini menyangkut nyawa dan kesehatan manusia yang seharusnya scientific... Ada aturan internal yang kalau menyimpang daripada scientific memang harus ada suatu sanksi," pungkasnya.



Simak Video "Dorong Usulan Revisi UU Kedokteran, Legislator PDIP: IDI Terlalu Powerful"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)