ADVERTISEMENT

Sabtu, 14 Mei 2022 21:00 WIB

Sudah Kadung Cinta dengan Sepupu, Dokter Sarankan Perhatikan Hal Ini

Patrick Trusto Jati Wibowo - detikHealth
Jakarta -

Hari Raya Idul Fitri menjadi momen silaturahmi bersama keluarga besar. Sebagian orang mungkin tertarik dengan lawan jenis yang masih ada hubungan sepupu, terlihat dengan meningkatnya tren pencarian 'menikah dengan sepupu' di mesin pencarian Google.

Sebenarnya tidak ada hukum yang melarang pernikahan dengan sepupu. Bahkan dalam dunia medis, tidak ada larangan untuk hal tersebut. Namun ada peringatan terkait hubungan antara saudara karena berisiko menimbulkan penyakit tertentu.

Nah bagi sebagian orang yang tetap berniat untuk menikahi sepupunya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Beberapa sumber menyebutkan jika hubungan kekerabatan dapat menurunkan risiko penyakit tertentu, seperti misalnya hemofilia. Spesialis penyakit dalam dr Andi Khomeini Takdir Haruni, SpPD-KPsi, dari Junior Doctor Network Indonesia, mengatakan bahwa hal yang perlu diperhatikan adalah mengetahui kondisi kesehatan pasangan.

Menikah dengan sepupu tidak hanya berbicara tentang faktor genetika saja, tetapi juga kebiasaan atau gaya hidup calon pasangan.

"Faktor genetik berpengaruh sekitar 10-20 persen, selebihnya 80 persennya itu pola hidup. Jadi, pola hidup itu dapat diwariskan. Kalau misalnya orang tuanya sering jajan, maka anaknya bisa jadi juga suka jajan," ungkap dr Koko dalam program e-Life dan ditulis, Sabtu (14/5/2022).

Menurut dr Koko, sebelum memutuskan menikah, kedua pasangan harus melakukan skrining kesehatan terlebih dahulu. Bukan karena faktor kedekatan genetik semata, tetapi untuk mengetahui kondisi kesehatan masing-masing pasangan.

Kemudian, komunikasikan hal ini dengan pasangan. Tujuannya agar dapat terbuka dengan kondisi yang sedang dialami untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya penyakit pada calon keturunan mereka. Ini bukan hanya masalah menikah dengan sepupu dekat atau jauh, tetapi waspada dengan penyakit yang dialaminya.

"Kasih tahu saja kepada calon pasangan, saya punya penyakit ini atau kekurangan saya ini, kamu mau terima atau tidak," ujar dr Koko.

(fds/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT