Senin, 16 Mei 2022 14:00 WIB

Kim Jong Un Waswas soal Lonjakan Kasus COVID-19, Seperti Apa Situasi Korut Kini?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Kim Jong Un Tampil Perdana Memakai Masker Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Foto: Reuters
Jakarta -

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyebut penyebaran COVID-19 telah membuat Korea Utara berada dalam 'kekacauan besar'. Pasalnya setelah hampir dua tahun tak terjangkit virus Corona, kini Korea Utara melaporkan lonjakan kasus COVID-19 untuk pertama kalinya.

Kim meminta upaya besar-besaran untuk melawan wabah virus Corona di negara tersebut. Korut sebelumnya menutup perbatasan sepenuhnya ketika pandemi dimulai pada 2020. Namun pada Sabtu (14/5/2022), negara tersebut melaporkan 21 kematian dan 174.000 kasus baru 'demam', hanya beberapa hari setelah konfirmasi penyebaran virus Corona.

Sembari mengenakan masker bedah, Kim menegaskan penyebaran virus Corona sangat di dunia. Hal itu memicu pergolakan besar bagi negaranya.

"Jika kita tidak kehilangan fokus dalam menerapkan kebijakan epidemi dan mempertahankan kekuatan serta kontrol organisasi yang kuat berdasarkan kesatuan partai dan rakyat dan memperkuat pertempuran epidemi kita, kita bisa lebih dari mengatasi krisis," beber Kim dalam pertemuan darurat, Sabtu (14/5), dikutip dari The Independent.

Kim juga meminta para pejabat pemerintahannya untuk mempelajari kebijakan karantina di negara lain, seperti China.

Dalam pertemuan darurat tersebut dijabarkan, lebih dari setengah juta warga Korea Utara mengalami gejala demam semenjak penyebaran virus Corona melanda Pyongyang pada bulan April.

Menurut Kim, kasus demam tersebut belum menyebar secara tak terkendali antar wilayah. Sembari itu, ia mengupayakan penguncian ketat dan tindakan karantina di daerah terdampak.



Simak Video "Situasi Covid-19 yang Mengkhawatirkan di Korea Utara"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/fds)