Senin, 16 Mei 2022 18:01 WIB

Pakar Ungkap Kemungkinan Penyebab Kematian Pasien Probable Hepatitis Misterius

Vidya Pinandhita - detikHealth
Ilustrasi anak dirawat di rumah sakit Foto: Getty Images/iStockphoto/gorodenkoff
Jakarta -

Hingga Minggu (15/5/2022), Indonesia mencatat sebanyak 18 kasus dugaan hepatitis misterius. Berdasarkan update terbaru hasil pemeriksaan, Kementerian Kesehatan RI memperbaharui status satu pasien yang meninggal dunia pada Jumat (6/5/2022) menjadi probable.

Pasien tersebut meninggal di Tulungagung, Jawa Timur usai mengalami gejala demam, mual, hingga muntah. Diketahui, pasien dibawa ke rumah sakit dalam kondisi sudah terlanjur kritis. Hasil tes serologi terbaru menyatakan pasien tersebut negatif hepatitis A, B, C, D, atau E.

"Satu kasus baru probable hepatitis akut berasal dari Tulungagung, Jawa Timur," ujar Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kemenkes RI pada detikcom, Minggu (15/5). Ia menyebut, total sudah ada 16 kasus yang masuk dalam kategori pending klasifikasi, naik dari data per Jumat (13/5) yakni 9 kasus.

Fatalitas Pasien Dibawa Dalam Keadaan Sudah Berat

Dalam kesempatan sebelumnya, Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, dr Mohammad Syahril menyebut risiko kematian akibat hepatitis misterius dapat ditekan selama pasien tidak terlambat beroleh penanganan rumah sakit.

Menurutnya, jumlah ICU atau PICU yang ada di rumah sakit rujukan kini cukup untuk menangani pasien hepatitis. Walhasil, penting untuk membawa anak dengan gejala hepatitis ke fasilitas layanan kesehatan sesegera mungkin.

"Di samping tadi belum dapatkan penyebab hepatitis akutnya, memang keterlambatan dirujuk ke rumah sakit yaitu karena keterlambatan dalam penanganan, karena dirujuk ke rumah sakit sudah dalam keadaan berat," bebernya dalam konferensi pers virtual yang digelar Kemenkes RI, Jumat (13/5).

"Keterbatasan ICU atau PICU saya kira untuk rumah sakit-rumah sakit rujukan di Indonesia ini yang ada di kita itu cukup untuk menangani kasus ini. Mudah-mudahan kalau datang atau dirujuk tidak dalam keadaan berat, masih sangat mungkin untuk dilakukan pertolongan," pungkasnya.



Simak Video "Dua Dugaan Penyebab Hepatitis Akut Misterius"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)