Selasa, 17 Mei 2022 10:16 WIB

Muncul Ancaman Virus Hendra, Kenali Gejala dan Penyebarannya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
4K Resolution, Accidents and Disasters, Aggression, Backgrounds Virus Hendra (Foto: Getty Images/iStockphoto/blackdovfx)
Jakarta -

Belum kelar dengan virus Corona dan hepatitis misterius, kini dunia dihebohkan dengan ancaman virus hendra. Peneliti Griffith University Australia telah menemukan varian virus Hendra baru yang bisa menular ke kuda dan manusia.

Infeksi virus Hendra (HeV) merupakan penyakit zoonosis yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Diketahui, penyakit ini sempat muncul pada tahun 1994 dan 2016.

Diterbitkan dalam jurnal Emerging Infectious Disease, varian baru virus Hendra terdeteksi dalam urin kelelawar berkepala hitam dan abu-abu, yang tersebar di Australia bagian utara-tengah New South Wales hingga Queensland tenggara.

"Hasil studi kami dengan meneliti spesies kelelawar tertentu, mengungkapkan bagaimana varian virus ini menular ke kuda dan manusia," kata pemimpin penelitian dr Alison Peel dari Pusat Kesehatan dan Keamanan Pangan, dikutip situs resmi Griffith University, Selasa (17/5/2022).

"Perkembangan kelelawar berkepala abu-abu di wilayah New South Wales, Victoria dan Australia Selatan, biasanya tidak dianggap berisiko tinggi untuk menularkan virus Hendra. Tetapi bukti terbaru menunjukkan ada risiko penularan virus Hendra pada kuda dan pengasuhnya (manusia)." lanjut keterangan tersebut.

Berkaca dari peristiwa tersebut, seperti apa gejala dan penyebarannya? Simak informasi berikut.

Gejala Virus Hendra

Gejala yang dapat ditimbulkan oleh virus hendra umumnya dapat berkembang antara 5 sampai 21 hari setelah kontak erat dengan hewan yang tertular, seperti kuda. Adapun gejala umum yang ditemukan, seperti:

  • Demam
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Kelelahan

Adapun gejala yang serius, seperti:

  • Meningitis atau ensefalitis (radang otak) dapat berkembang
  • Kejang-kejang
  • Koma

Cara Penyebaran Virus Hendra

Penyebaran virus ini dapat terjadi apabila seseorang melakukan kontak erat langsung pada kuda yang terinfeksi, seperti:

  • Terinfeksi setelah terkena paparan cairan tubuh kuda yang terinfeksi
  • Melakukan otopsi kuda tanpa mengenakan peralatan pelindung yang sesuai
  • Terkena droplet atau sekresi pernapasan

Meskipun demikian, sampai saat ini tidak ada bukti penularan dari manusia ke manusia.

Cara Mencegah Penyebaran Virus Hendra

Dikutip dari NSW Health, berikut cara mencegah penyebaran virus hendra yang perlu diterapkan.

  • Penting untuk menerapkan kebersihan yang baik saat berada di sekitar kuda.
  • Jangan mencium kuda di moncongnya (terutama jika kuda itu sakit).
  • Tutupi luka atau lecet pada kulit yang terbuka sebelum memegang kuda dan cuci tangan dengan baik dengan sabun dan air, terutama setelah memegang mulut atau hidung kuda.
  • Jika cairan tubuh atau kotoran kuda mengenai kulit yang tidak terlindungi, area tersebut harus dicuci dengan sabun dan air sesegera mungkin.
  • Jika kuda mendadak sakit dan kemungkinan terinfeksi virus hendra, hanya boleh sedikit orang yang merawat kuda tersebut.
  • Menggunakan alat pelindung diri yang tepat untuk mencegah kontaminasi kulit, mata, hidung dan mulut dari cairan tubuh kuda.
  • Meskipun tidak ada bukti virus hendra menyebar dari orang yang terinfeksi ke orang atau hewan lain, petugas kesehatan akan mengambil pendekatan yang hati-hati dan memakai alat pelindung diri saat merawat orang yang dicurigai atau dipastikan terinfeksi.
  • Jika telah terkena virus hendra, seseorang tidak boleh mendonorkan darah atau jaringan lain sampai bersih dari infeksi.
  • Sampai saat ini masih belum ada vaksin manusia yang tersedia untuk mencegah virus hendra.


Simak Video "Pusat Veteriner Farma Surabaya Tengah Kembangkan Vaksin PMK "
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)