7 dari 10 Orang Terpapar Bisa Meninggal, Virus Hendra Mengintai Wilayah RI?

ADVERTISEMENT

7 dari 10 Orang Terpapar Bisa Meninggal, Virus Hendra Mengintai Wilayah RI?

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Senin, 23 Mei 2022 12:30 WIB
Ilustrasi virus hendra
Foto: Getty Images/iStockphoto/jarun011
Jakarta -

Di tengah ancaman penyakit-penyakit baru setelah COVID-19, penyakit yang dipicu virus Hendra menjadi sorotan. Jenis virus ini cukup mengkhawatirkan karena terbilang mematikan.

Ahli epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman menjelaskan virus Hendra berasal dari kelelawar buah atau flying fox yang merupakan hewan asli benua Australia.

"Penyebabnya adalah kelelawar buah atau flying fox yang adalah native animal (hewan asli) di Australia," kata Dicky dalam pesan suara yang diterima detikcom, Senin (23/5/2022).

Kemudian muncul pertanyaan, mungkinkah virus ini mewabah di Indonesia mengingat penyebabnya merupakan hewan asli Australia?

Menurut Dicky, hingga hari ini belum ada informasi mengenai imigrasi kelelawar buah asal Australia ke Indonesia. Namun, virus ini tetap menjadi suatu kewaspadaan.

Lebih lanjut Dicky menjelaskan, studi 2013 lalu terkait serologi kelelawar di Indonesia menemukan 20 hingga 25 persen kelelawar asal Indonesia, memiliki antibodi untuk virus Hendra.

"Di antara 20 hingga 25 persen kelelawar di Kalimantan ataupun di Sulawesi, itu sudah memiliki antibodi virus Hendra. Bisa jadi sudah ada kasusnya, tetapi tidak terdeteksi," paparnya.

Karenanya, Dicky mengimbau pemerintah meningkatkan pengawasan terkait masuknya virus Hendra. "Kita punya negara tetangga yang memiliki risiko penyakit itu (virus Hendra)... pentingnya surveillance ini, untuk melihat perubahan karakter virus Hendra ke depan," tambah Dicky.

Potensi Jadi Pandemi

Meski virus Hendra bukan jenis virus yang mudah menular dan kasusnya relatif sangat jarang, deteksi dini untuk mencegah penyebaran virus menjadi penting.

"Kelompok virus ini termasuk Hantavirus yang terdiri dari Nipah virus dan Hendra virus. Virus ini berasal dari hewan yang bisa berpotensi menjadi pandemi ke depan," terang Dicky.



Simak Video "Enam Anak di Inggris Meninggal Dunia Akibat Infeksi Bakteri Strep A"
[Gambas:Video 20detik]
(any/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT