Sabtu, 21 Mei 2022 08:31 WIB

Pakar IDI Akui Virus Hendra Mematikan, Tapi Ada Kabar Baiknya Nih

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
3D illustration. Genetic test in test tube. Ilustrasi virus Hendra. (Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage)
Jakarta -

Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban menjelaskan awal mula virus Hendra berasal. Bukan terkait nama orang, Zubairi menekankan virus Hendra merupakan keluarga virus Paramyxoviridae dari genus Henipavirus.

Virus yang pertama kali ditemukan 1994 silam ini mulanya dilaporkan di Hendra, Brisbane, Australia. "Sebab itu dinamakan Hendra," tegas Zubairi dalam akun Twitter pribadinya, Sabtu (21/5/2022), dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan.

Virus Hendra disebutnya berasal dari kelelawar pemakan buah-buahan. Jika buah yang dimakan kelelawar tersebut dikonsumsi seekor kuda, kuda tersebut kemudian bisa terinfeksi.

"Rupanya kalau ada penebangan hutan, maka kelelawar itu akan pindah terbangnya ke pohon-pohon yang dekat rumah, dekat peternakan kuda. Jadi hati-hati dengan penebangan hutan," katanya, mengingatkan potensi penularan.

Bagaimana Virus Hendra Menular ke Manusia?

Penularan bisa terjadi jika seseorang melakukan kontak langsung dengan cairan kuda yang terinfeksi seperti cairan hidung atau darah. Namun, kabar baiknya hingga kini belum ada bukti virus Hendra menular antarmanusia.

"Manusia hanya tertular dari kuda," sebutnya.

Adapun gejala virus Hendra yang wajib diwaspadai meliputi perdarahan, radang selaput otak, kejang-kejang, hingga edema paru.

Apakah Mematikan?

"Dari data, 7 dari 10 manusia yang terinfeksi virus Hendra meninggal. Namun, infeksi pada manusia amat jarang terjadi. Nggak usah panik," beber Prof Zubairi.



Simak Video "Wabah Penyakit Mulut dan Kuku di Jawa Timur Disebut Tak Bahaya bagi Manusia"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)