Jumat, 20 Mei 2022 05:22 WIB

Round Up

Fakta-fakta Virus Hendra yang Mematikan, Asal-usul Nama hingga Gejalanya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Galsi Horse rental - May 08, 2018: Icelandic horses in the farm of Galsi Horse rental, Iceland Virus Hendra menular pada manusia dan kuda (Foto: Getty Images/iStockphoto/RPBMedia)
Jakarta -

Ilmuwan dari Griffith University Australia baru-baru ini menemukan ancaman baru dari virus Hendra. Varian dari virus tersebut diklaim bisa menular ke kuda dan manusia, juga terdeteksi di urine kelelawar berkepala hitam dan abu-abu yang menyebar di Australia New South Wales hingga Queensland.

"Hasil studi kami dengan meneliti spesies kelelawar tertentu, mengungkapkan bagaimana varian virus ini menular ke kuda dan manusia," kata pemimpin penelitian dr Alison Peel dari Pusat Kesehatan dan Keamanan Pangan, dikutip situs resmi Griffith University, Kamis (19/5/2022).

"Perkembangan kelelawar berkepala abu-abu di wilayah New South Wales, Victoria dan Australia Selatan, biasanya tidak dianggap berisiko tinggi untuk menularkan virus Hendra. Tetapi bukti terbaru menunjukkan ada risiko penularan virus Hendra pada kuda dan pengasuhnya (manusia)." lanjut keterangan tersebut.

Infeksi virus hendra (HeV) merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia. Virus tersebut sempat muncul pada tahun 1994 dan tahun 2016, sering ditemukan pada akhir bulan Mei hingga akhir Agustus.

Meskipun begitu, penularannya diyakini bisa terjadi di semua musim. Simak informasi terkait seluk-beluk terkait virus Hendra berikut ini.

Asal-usul nama virus Hendra

Banyak yang salah sangka terkait asal usul dari nama virus Hendra. Tidak sedikit yang mengira nama virus ini diambil dari nama orang.

"Saya sangat kecewa dengan nama saya sendiri, bisa-bisa jadi nama virus," tulis seorang netizen dengan akun Facebook Hendra Wiranata, mengomentari unggahan terkait virus Hendra.

Komentar senada juga diucapkan dari akun-akun lain lantaran memiliki nama yang sama. Sebagian mengaku khawatir jika ke depannya akan muncul berbagai virus dengan nama-nama populer, seperti Hendri dan Herman.

Dikutip dari laman resmi Center of Disease Control and Prevention (CDC), virus Hendra atau HeV merupakan keluarga virus Paramyxoviridae dari genus Henipavirus dan masih berkerabat dengan virus Nipah.

Virus Hendra pertama kali diisolasi pada 1994 dari spesimen yang diambil saat terjadi outbreak atau wabah penyakit pernapasan dan saraf pada kuda dan manusia. Wabah tersebut terjadi di Hendra, sebuah wilayah di Brisbane, Australia.

Nah, dari nama wilayah terjadinya wabah itulah nama virus Hendra diambil.

Sejak saat itu, flying fox atau kelelawar dari genus Pteropus diidentifikasi sebagai inang alami virus Hendra. Hingga 2013, infeksi virus Hendra pada manusia dikategorikan langka, hanya 7 kasus yang dilaporkan.

Lihat juga video 'Kementan Resmi Bentuk Gugus Tugas Penanganan Wabah Mulut dan Kuku':

[Gambas:Video 20detik]



NEXT: CARA PENULARAN VIRUS HENDRA HINGGA GEJALA

Selanjutnya
Halaman
1 2 3