Selasa, 17 Mei 2022 12:00 WIB

Ragukan PDSI Soal Revisi UU Kedokteran, Pakar Ungkit Pencopotan Menkes Terawan

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
SBY dan Prabowo hadiri pemberian gelar profesor kehormatan ke Terawan (Foto: ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA) Foto: SBY dan Prabowo hadiri pemberian gelar profesor kehormatan ke Terawan (Foto: ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA)
Jakarta -

Ketua Asosiasi Dosen Hukum Kesehatan Indonesia, Dr dr M Nasser, SpKK, DLaw, meragukan Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI) bakal mendapat dukungan terkait usulannya merevisi Undang Undang Praktik Kedokteran No 29 Tahun 2004. Pasalnya, proses revisi UU masuk dalam legislatif nasional sehingga tidak hanya melibatkan satu pihak atau kementerian saja.

"PDSI itu datang ke mana-mana, mendatangi orang-orang, itu tidak ada masalah. Tapi tidak berarti bisa langsung merubah (UU Praktik Kedokteran) karena DPR juga punya peraturan, harus masuk dalam legislatif nasional," ungkap dia saat dihubungi detikcom Selasa (17/5/2022).

"Ada juga unsur pemerintah di sana, ya kan pemerintah itu kan tidak hanya Kemenkumham, pemerintah itu ada juga kementerian-kementerian lain, bahwa itu disuarakan oleh Kemenkumham iya, tapi mungkin juga harus ada suara Presiden dari pemerintahan dan saya masih yakin pemerintah tahu yang benar," sambung dia.


Bukan tanpa alasan, ia menyinggung reshuffle Menteri Kesehatan akhir tahun 2020, saat Terawan Agus Putranto resmi digantikan Budi Gunadi Sadikin yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN. dr Nasser menduga ada pertimbangan besar di balik pergantian tersebut.

"Kan Terawan kemarin dipecat presiden, pasti ada pertimbangan, Presiden juga pasti tahu ada hal yang tidak benar, itu harus bisa dibaca," tandas dia.

Meski begitu, di luar revisi IDI sebagai satu-satunya organisasi profesi dokter, UU Praktik Kedokteran No. 29 Tahun 2004 disebutnya memang sudah pantas diperbaiki lantaran banyak perkembangan di 18 tahun terakhir.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Bicara soal Organisasi di Luar IDI, Ketua IDI Singgung PDSI?"
[Gambas:Video 20detik]