Bronkitis: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

ADVERTISEMENT

Bronkitis: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Selasa, 17 Mei 2022 13:17 WIB
A young doctor is standing and looking at the lungs image at the blurred hospital room background. The concept of medical service, diagnosis and treatment.
Mengenal bronkitis, dari penyebab hingga gejalanya. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Natali_Mis
Jakarta -

Bronkitis adalah peradangan pada lapisan saluran bronkial, yang membawa udara ke dan dari paru-paru. Orang yang menderita bronkitis sering batuk dengan lendir mengental dan bisa berubah warna.

Dikutip dari Mayo Clinic, bronkitis juga bisa menjadi akut atau kronis. Kondisi bronkitis akut ini sangat umum terjadi, yang biasa berkembang dari pilek atau infeksi pernapasan lainnya.

Bronkitis kronis adalah iritasi atau peradangan yang terjadi terus-menerus pada lapisan saluran bronkial. Kondisi yang lebih serius ini lebih sering terjadi karena merokok.

Sementara bronkitis akut adalah kondisi bronkitis yang biasanya membaik dalam seminggu hingga 10 hari, tanpa adanya efek jangka panjang. Tetapi, batuk yang dialami bisa bertahan selama berminggu-minggu. Kondisi ini juga disebut sebagai flu dada.

Namun, jika seseorang mengalami bronkitis berulang, bisa jadi orang tersebut menderita bronkitis kronis dan membutuhkan perawatan medis. Bronkitis kronis merupakan salah satu kondisi yang termasuk dalam penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Penyebab Bronkitis

Bronkitis akut disebabkan oleh virus yang biasanya juga menjadi penyebab dari pilek dan flu (influenza). Sementara penyebab bronkitis kronis umumnya karena merokok, polusi udara, debu, atau gas beracun yang ada di lingkungan.

Faktor Risiko Bronkitis

Adapun faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko bronkitis, yakni:

Asap Rokok

Orang yang merokok atau tinggal dengan perokok berisiko lebih tinggi terkena bronkitis akut dan bronkitis kronis.

Resistensi Rendah

Ini mungkin akibat dari penyakit akut lainnya, seperti pilek, atau dari kondisi kronis yang membahayakan sistem kekebalan tubuh. Orang dewasa yang lebih tua, bayi, dan anak kecil sangat rentan mengalami kondisi ini.

Paparan Iritasi di Tempat Kerja

Risiko seseorang terkena bronkitis lebih besar terjadi jika seseorang bekerja di sekitar lingkungan yang rentan menyebabkan iritasi paru-paru, seperti di bidang tekstil atau terkena asap kimia.

Refluks Lambung

Serangan mulas parah yang berulang dapat mengiritasi tenggorokan dan membuat seseorang lebih rentan terkena bronkitis.

Komplikasi dari Bronkitis

Penyakit bronkitis bisa menyebabkan pneumonia pada beberapa orang. Jika seseorang mengalami bronkitis berulang, bisa jadi orang tersebut memiliki penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Gejala Bronkitis

Gejala bronkitis akut atau bronkitis kronis bisa berupa:

  • Batuk
  • Produksi lendir (dahak) yang bisa berwarna jernih, putih, abu-abu kekuningan, berwarna hijau, atau mungkin ada sedikit darah
  • Kelelahan
  • Sesak napas
  • Sedikit demam dan menggigil
  • Rasa tidak nyaman pada dada

Jika mengalami bronkitis akut, gejala yang muncul mirip pilek, seperti sakit kepala ringan atau nyeri tubuh. Meski gejala ini biasanya membaik dalam waktu satu minggu, batuk yang dialami bisa berlangsung selama beberapa minggu.

Bronkitis kronis ditandai jika gejala batuk terjadi terus-menerus setidaknya selama tiga bulan. Gejala ini juga bisa terus muncul setidaknya selama dua tahun berturut-turut.

Disarankan untuk konsultasi ke dokter, jika batuk yang terjadi:

  • Berlangsung selama lebih dari tiga minggu
  • Mengganggu tidur
  • Muncul demam tinggi mencapai 38 derajat Celcius
  • Keluar lendir atau dahak yang berubah warna
  • Dahak berdarah
  • Mengalami mengi atau sesak napas

Pengobatan Bronkitis

Sebagian kondisi bronkitis akut bisa membaik tanpa pengobatan. Biasanya ini terjadi selama beberapa minggu. Namun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai tindakan pengobatan, seperti:

Obat-obatan

Kasus bronkitis kebanyakan disebabkan oleh infeksi virus. Ini membuat antibiotik tidak efektif. Namun, jika dokter mencurigai kondisi itu disebabkan infeksi bakteri, ia mungkin akan meresepkan antibiotik.

Dalam beberapa kondisi, dokter juga akan merekomendasikan beberapa obat lain, seperti:

  • Obat batuk, jika batuk yang dialami mengganggu tidur.
  • Obat lainnya, misalnya pasien memiliki alergi, asma, atau penyakit PPOK lain. Dokter mungkin akan merekomendasikan inhaler dan obat lain untuk mengurangi peradangan dan membuka saluran yang menyempit di paru-paru.

Terapi

Jika mengalami bronkitis kronis, bisa menjalani rehabilitasi paru-paru. Ini dilakukan dengan program latihan pernapasan, yang berfungsi untuk membuat napas lebih mudah.

Adapun beberapa pengobatan rumah dan gaya hidup yang bisa dilakukan untuk mengatasi atau mencegah bronkitis ini, seperti:

  • Tidak merokok untuk menghindari iritasi paru-paru
  • Menggunakan masker, terutama di lingkungan yang rentan terpapar iritan, seperti cat atau pembersih rumah tangga dengan asap yang kuat
  • Gunakan pelembab udara yang bisa untuk meredakan batuk hingga mengencerkan lendir atau dahak.


Simak Video "Kata Psikolog soal Usia Muda Rentan Terjerat Love Bombing"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT