Rabu, 18 Mei 2022 13:30 WIB

Tak Selalu Virus dan Hepatitis, Dokter Ungkap Penyebab Gejala Kekuningan

Vidya Pinandhita - detikHealth
Juru bicara Kementerian Kesehatan RI dan Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, dr Mohammad Syahril Juru bicara Kemenkes RI dan Dirut RSPI Sulianti Saroso dr Mohammad Syahril. Foto: Nafilah Sri Sagita K
Jakarta -

Geger hepatitis misterius, pakar menyebut hepatitis sebenarnya bukan penyakit baru di Indonesia. Penyebabnya pun tak selalu virus sebagaimana yang diduga memicu hepatitis akut misterius, melainkan juga berbagai penyebab lain termasuk konsumsi obat-obatan tertentu.

"(Hepatitis) itu bisa disebabkan oleh infeksi maupun yang non-infeksi. Jadi tidak semua kasusnya itu penyebabnya adalah virus, bakteri, atau organisme lain. Bisa disebabkan oleh yang lain. Contohnya kalau minum obat. Kan ada ya bayi minum obat, atau penderita TBC kalau minum obat kalau dia alergi dia bisa jadi kuning," ujar Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, dr Mohammad Syahril dalam konferensi pers oleh Kementerian Kesehatan RI, Rabu (18/5/2022).

"Kemudian ada obat-obat kanker yang bisa memicu itu. Alkohol juga. Jadi kalau minum alkohol kebanyakan, bisa kasus itu. Termasuk suntikan-suntikan kenapa kita harus hati-hati dengan suntikan maupun infus yang masuk agar tidak terjadi penularan yang menyebabkan hepatitis," sambungnya.

Lebih lanjut Syahril menjelaskan, dengan kondisi hepatitis misterius merebak kini, tak selalu kondisi kuning menandakan penyakit hepatitis akut berat.

Pasalnya ia juga menyinggung, hingga kini penyakit hepatitis misterius yang kini merebak belum diketahui penyebabnya layaknya kategori-kategori hepatitis lain yang sudah ada di Indonesia sejak lama.

"Hepatitis ini terjadi sudah lama, saat ini kategorinya A, B, C, D, dan E. Gejalanya hampir sama, yang paling pokok terlihat oleh mata kita adalah kuning. Tetapi tidak semuanya disebabkan oleh hepatitis. Oh ternyata karena obat, atau dia minum obat," beber dr Syahril.

"Khusus hepatitis akut ini yang belum diketahui penyebabnya ini gejalanya harus didahului seperti tadi. Beda dengan kuning pada bayi baru lahir, itu fisiologis karena terjadi gangguan di hati maka produksi bilirubin yang menyebabkan kuning itu tinggi. Untuk itu bukan masuk kategori ini," pungkasnya.

Simak Video 'Menkes: Hepatitis Akut Misterius Tidak Timbulkan Kluster':

[Gambas:Video 20detik]




(vyp/up)