Rabu, 18 Mei 2022 16:32 WIB

Pesan Anggota Komisi IX DPR RI Jika PDSI Ingin Usul Revisi UU Kedokteran

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
PDSI Foto: Fajar Nur/detikHealth
Jakarta -

Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Daulay menanggapi usulan Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI) terkait revisi UU Praktik Kedokteran. Menurutnya, usulan tersebut harus dilatarbelakangi dasar dan pemikiran yang jelas.

Hal itu juga perlu disampaikan kepada semua fraksi sebelum akhirnya Komisi IX DPR RI menyetujui pembahasan wacana revisi UU Praktik Kedokteran Nomor 29 Tahun 2004. Saleh berpesan, jangan sampai usulan PDSI terkait revisi UU hanya bertujuan menyaingi keberadaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), satu-satunya organisasi profesi dokter yang diakui negara bisa memberikan rekomendasi izin praktik dokter.

"Kalau mau revisi, jangan hanya diarahkan untuk menyaingi dan menentang IDI. Revisi harus diarahkan sebanyak mungkin bagi kemaslahatan masyarakat, itu harus menjadi dasar dan pijakannya," terang Saleh saat dihubungi detikcom Selasa (17/5/2022).

Saleh menilai pertimbangan diperbolehkannya hadir dua organisasi profesi perlu pembahasan lebih lanjut. Pasalnya, keberadaan satu organisasi profesi dokter sejauh ini memudahkan DPR mendampingi tujuan dan kegiatan IDI, lain halnya jika kemudian muncul dua organisasi profesi dokter.

Hal itu disebut menjadi tantangan besar terkait pengawasannya. Saleh menyinggung kemungkinan perbedaan keinginan di antara dua organisasi profesi.

"Selama ini, kan hanya ada satu organisasi profesi. Lebih mudah untuk menyusun pikiran dan aksi. Kalau nanti ada beberapa organisasi, bisa saja arahnya pun berbeda-beda. Pasti ada kesulitan mengiringinya," tandas dia.

Sebagai informasi. PDSI diketuai Brigjen TNI (Purn) dr Jajang Edi Priyanto, anak buah Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di periode 2019. Terawan belakangan diketahui bergabung bersama PDSI, tetapi belum diketahui jabatan apa yang dipegang Terawan.



Simak Video "Butet Kartaredjasa: Saya Pokoknya Percaya sama Terawan"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/fds)