Rabu, 18 Mei 2022 17:47 WIB

Mengenal Obat Fenofibrate: Dosis, Efek Samping, dan Aturan Pemakaiannya

Rosiana Muliandari - detikHealth
ilustrasi obat Mengenal obat Fenofibrate, dosis dan efek samping. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Fenofibrate merupakan salah satu obat yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida (lemak) pada darah. Umumnya, obat ini adalah bagian dari program mencegah kolesterol tinggi yang harus disertai dengan olahraga, diet, dan gaya hidup sehat.

Kadar kolesterol dan trigliserida tinggi dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah. Kondisi ini jika tidak diobati, dapat memicu masalah kesehatan lain yang berbahaya seperti serangan jantung dan stroke.

Berikut rincian dosis, efek samping, dan aturan pemakaian obat Fenofibrate.

Dosis Obat Fenofibrate

Dikutip dari laman MIMS, Fenofibrate dianjurkan untuk dikonsumsi orang dewasa saja, tapi, juga mencocokkan dengan kondisi medis yang sedang dialami. Meski begitu, keputusan dosis tetap kembali menurut anjuran dokter.

Hipertrigliseridemia berat

Hipertrigliseridemia merupakan sebuah kondisi dimana adanya kadar trigliserida yang terlalu tinggi di tubuh. Awalnya, dosis yang diberikan sebanyak 67 mg tiga kali sehari atau 200 mg sekali sehari. Dapat dikurangi menjadi 67 mg bid, atau meningkat menjadi 67 mg 4 kali sehari, atau 267 mg sekali sehari sesuai respons.

Hiperlipidemia campuran

Biasanya, bagi pasien dengan risiko penyakit kardiovaskular tinggi, awalnya, diberikan 67 mg tid atau 200 mg sekali sehari. Dapat dikurangi menjadi 67 mg bid atau meningkat menjadi 67 mg 4 kali sehari atau 267 mg sekali sehari sesuai respons.

Efek Samping Fenofibrate

Biasanya, obat Fenofibrate dapat menyebabkan salah satu dari efek samping seperti sakit kepala, kelelahan, mual, muntah, diare, sakit perut, angin perut, reaksi kulit atau kepekaan terhadap cahaya.

Namun, terdapat juga beberapa efek samping mungkin lebih serius, meskipun tidak umum. Disarankan untuk segera peringatkan dokter dengan cepat jika mengalami:

  • Nyeri otot yang persisten, kram, lemah atau mati rasa
  • Sakit perut parah
  • Menguningnya kulit atau mata
  • Nyeri dada, kesulitan bernafas
  • Ruam, sesak napas, pembengkakan mata atau mulut

Jika efek samping tersebut makin parah, tidak kunjung hilang, atau merasakan efek samping lainnya, segera hubungi dokter.

Aturan Pemakaian Obat Fenofibrate

Fenofibrate dianjurkan untuk dikonsumsi sesuai dengan arahan dokter atau instruksi yang tertera di kemasan obat. Selain itu, hindari pemakaian dengan dosis yang kurang atau berlebih dari saran dokter.

Kemudian, disarankan untuk menanyakan pada dokter atau apoteker mengenai apakah obat ini dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Hal ini karena beberapa merek Fenofibrate memiliki instruksi yang berbeda.

Tidak hanya itu, Fenofibrate disarankan untuk dikonsumsi di waktu yang sama tiap harinya. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet atau kapsul dan harus dikonsumsi secara utuh, tidak dibelah, kunyah, atau dihancurkan.

Obat ini mungkin tidak cocok jika sedang memiliki kondisi penyakit ginjal parah, penyakit hati, saluran empedu atau penyakit kandung empedu, dan radang pankreas yang tidak disebabkan oleh kadar lemak yang tinggi dalam darah.

Lalu, Fenofibrate tidak boleh dikonsumsi saat sedang menyusui, diberikan pada anak (kecuali ada saran berbeda dari dokter), pernah memiliki reaksi alergi (ruam, sesak napas, mata bengkak), atau reaksi sensitivitas kulit akibat sinar matahari/sinar UV, sejenis obat nyeri dan peradangan, atau fibrat lainnya.



Simak Video "Ahli Wanti-wanti Gelombang Keempat Covid-19 Akan Lebih Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)