Kamis, 19 Mei 2022 10:32 WIB

Virus Hendra Sudah Ada Vaksinnya, Tapi Bukan untuk Manusia

Firdaus Anwar - detikHealth
Ilustrasi virus hendra Foto: Getty Images/iStockphoto/jarun011
Jakarta -

Virus Hendra belakangan ini jadi perhatian usai ilmuwan Australia mendeteksinya di kelelawar. Virus Hendra diketahui bisa menginfeksi manusia dengan tingkat kematian atau fatality rate, menurut epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman, bisa mencapai 80 persen.

Terkait hal tersebut, vaksin untuk virus Hendra sebetulnya sudah tersedia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut vaksin virus Hendra diberikan untuk kuda.

Ini karena kejadian infeksi virus Hendra tergolong langka, hanya ada 7 yang pernah dilaporkan. Semua terinfeksi akibat melakukan kontak fisik dengan kuda yang sakit atau mati karena penyakit ini.

"Vaksin virus Hendra untuk hewan merupakan cara efektif mengurangi risiko kuda terinfeksi," kata WHO seperti dikutip dari laman resminya pada Kamis (19/5/2022).

Dalam laporan yang diterbitkan di jurnal Emerging Infectious Disease, varian baru virus Hendra terdeteksi dalam urin kelelawar berkepala hitam dan abu-abu yang tersebar di Australia bagian utara-tengah, New South Wales, hingga Queensland.

"Hasil studi kami dengan meneliti spesies kelelawar tertentu, mengungkapkan bagaimana varian virus ini menular ke kuda dan manusia," kata pemimpin studi dr Alison Peel.

"Perkembangan kelelawar berkepala abu-abu di wilayah New South Wales, Victoria dan Australia Selatan, biasanya tidak dianggap berisiko tinggi untuk menularkan virus Hendra. Tetapi bukti terbaru menunjukkan ada risiko penularan virus Hendra pada kuda dan pawangnya," pungkas Allison.



Simak Video "Peneliti Beberkan Kemampuan Vaksin Merah Putih Melawan Varian Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)