Kamis, 19 Mei 2022 22:15 WIB

Apa Itu Gagal Jantung? Gejala, Tipe, Serta Tahapannya

Rosiana Muliandari - detikHealth
ilustrasi sakit jantung Penyakit gagal jantung, penyebab, dan gejalanya. (Foto ilustrasi: thinkstock
Jakarta -

Gagal jantung adalah kondisi kronis dan progresif saat otot jantung tidak dapat memompa cukup darah yang dibutuhkan tubuh untuk bekerja dengan benar.

Umumnya, gagal jantung dapat mempengaruhi sisi kanan atau kiri jantung atau keduanya secara bersamaan. Kondisi ini dapat bersifat akut (gejala jangka pendek) atau kronis (gejala berkelanjutan).

Penyebab Gagal Jantung

Gagal jantung sering muncul setelah adanya kondisi lain yang merusak atau melemahkan jantung. Namun, gagal jantung juga bisa terjadi jika jantung menjadi terlalu kaku.

Dikutip dari Healthline, beberapa kondisi medis yang dapat merusak otot jantung dan memicu gagal jantung antara lain:

  • Kardiomiopati, gangguan pada otot jantung yang menyebabkan jantung menjadi lemah
  • Penyakit jantung bawaan
  • Serangan jantung
  • Penyakit katup jantung
  • Tekanan darah tinggi atau hipertensi
  • Diabetes
  • Gangguan penyalahgunaan zat

Gejala Gagal Jantung

Gagal jantung dapat memiliki gejala ringan atau mungkin tidak memiliki gejala sama sekali. Gejala gagal jantung dapat berkisar dari ringan hingga berat dan dapat datang dan pergi.

Sayangnya, gagal jantung biasanya semakin parah seiring berjalannya waktu. Saat memburuk, mungkin memiliki tanda atau gejala yang lebih banyak atau berbeda. Jika ini terjadi, disarankan untuk segera menghubungi dokter.

Dikutip dari Mayo Clinic, beberapa gejala umum kondisi ini adalah:

  • Sesak napas saat beraktivitas atau saat berbaring
  • Kelelahan dan kelemahan
  • Bengkak di kaki, pergelangan kaki dan kaki
  • Detak jantung cepat atau tidak teratur
  • Batuk terus-menerus atau mengi dengan lendir berwarna putih atau merah muda
  • Pembengkakan pada daerah perut (abdomen)
  • Kenaikan berat badan yang sangat cepat dari penumpukan cairan
  • Mual dan kurang nafsu makan
  • Kesulitan berkonsentrasi atau penurunan kewaspadaan

Tipe Gagal Jantung

Gagal jantung dapat melibatkan sisi kiri (ventrikel kiri), sisi kanan (ventrikel kanan) atau kedua sisi jantung. Umumnya, gagal jantung dimulai dengan sisi kiri, khususnya ventrikel kiri atau ruang pemompaan utama jantung. Empat tipe gagal jantung adalah:

Gagal jantung sisi kiri: Cairan dapat kembali ke paru-paru, menyebabkan sesak napas.

Gagal jantung sisi kanan: Cairan dapat naik kembali ke perut, tungkai dan kaki, menyebabkan pembengkakan.

Gagal jantung sistolik (juga disebut gagal jantung dengan fraksi ejeksi yang berkurang): Ventrikel kiri tidak dapat berkontraksi dengan kuat, menunjukkan masalah pemompaan.

Gagal jantung diastolik (gagal jantung dengan fraksi ejeksi yang dipertahankan): Ventrikel kiri tidak dapat rileks atau terisi penuh, menunjukkan masalah pengisian.

Tahap Gagal Jantung

Gagal jantung dapat memburuk seiring waktu. Dikutip dari Cleveland Clinic, terdapat empat tahap gagal jantung (Tahap A, B, C dan D). Tahapannya berkisar dari "risiko tinggi kena gagal jantung" hingga "gagal jantung lanjut".

Tahap A

Biasanya, tahap ini disebut sebagai "pra-gagal jantung". Artinya, seseorang di tahap ini berarti berisiko tinggi terkena gagal jantung karena memiliki riwayat keluarga gagal jantung atau memiliki satu atau lebih dari kondisi medis yang dapat memicu gagal jantung.

Beberapa kondisi medis tersebut adalah hipertensi, diabetes, penyakit arteri koroner, sindrom metabolik, riwayat penyalahgunaan alkohol, riwayat demam rematik, riwayat keluarga kardiomiopati, dan riwayat mengonsumsi obat-obatan yang dapat merusak otot jantung.

Tahap B

Tahap ini juga dianggap pra-gagal jantung. Ini berarti penyedia layanan kesehatan telah memberi pengidap gagal jantung diagnosis disfungsi ventrikel kiri sistolik tetapi ia tidak pernah memiliki gejala gagal jantung.

Tahap C

Pengidap gagal jantung Tahap C telah memiliki diagnosis gagal jantung dan sedang atau sebelumnya pernah memiliki gejala kondisi tersebut.

Biasanya gejala yang dirasakan adalah sesak napas, kelelahan (fatigue), kurang ada tenaga untuk berolahraga, kaki lemah, terbangun saat tidur untuk buang air kecil, dan bengkak di kaki, pergelangan kaki, kaki bagian bawah, dan perut (edema).

Tahap D Tahap pengurangan EF

Di tahap ini, pengidap memiliki gejala lanjut yang tidak membaik dengan pengobatan. Ini adalah tahap akhir dari gagal jantung.

Pengobatan Gagal Jantung

Gagal jantung diobati tergantung pada tingkat keparahan kondisi dan jenis gagal jantung yang dialami. Pengobatan gagal jantung dapat mencakup satu atau lebih dari berikut ini:

  • Obat-obatan
  • Operasi bypass
  • Intervensi koroner perkutan (kateter dengan balon kecil dimasukkan ke dalam arteri yang tersumbat atau menyempit)
  • Pemasangan alat pacu jantung
  • Pemasangan defibrilator kardioverter implan (ICD)
  • Operasi transplantasi

Tidak hanya prosedur-prosedur tersebut, dokter mungkin juga akan menyarankan untuk mempraktikkan gaya hidup sehat.

Pencegahan Gagal Jantung

Kunci utama mencegah kondisi kronis ini adalah dengan membuat perubahan gaya hidup sehat. Beberapa perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan adalah:

  • Tidak merokok
  • Tetap aktif secara fisik
  • Makan makanan sehat
  • Menjaga berat badan yang sehat
  • Mengurangi dan mengelola stres


Simak Video "Tanda-tanda Gagal Jantung yang Harus Kamu Tahu! "
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)