Kamis, 19 Mei 2022 12:45 WIB

Batu Ginjal: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Female doctor touches virtual Bladder and Kidneys in hand. Blurred photo, handrawn human organ, highlighted red as symbol of disease. Healthcare hospital service concept stock photo Mengejal penyebab, gejala, dan pengobatan batu ginjal. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/mi-viri)
Jakarta -

Batu ginjal adalah endapan keras yang terbentuk dari mineral dan garam di dalam urine. Batu ginjal terjadi di dalam ginjal seseorang.

Dikutip dari Mayo Clinic, batu ginjal dapat mempengaruhi berbagai bagian dari saluran kemih. Mulai dari ginjal hingga kandung kemih. Seringkali batu ginjal terbentuk saat urine menjadi pekat, yang memungkinkan mineral mengkristal dan saling menempel.

Proses Pembentukan Batu Ginjal

Batu ginjal terjadi di ginjal akibat mineral dan garam yang ada di dalam urine. Saat ada terlalu banyak limbah dalam urine yang terlalu sedikit, kristal akan mulai terbentuk.

Dikutip dari National Kidney Foundation, kristal akan menarik elemen lain dan bergabung bersama untuk membentuk padatan yang akan menjadi lebih besar. Setelah terbentuk, batu mungkin akan menetap di ginjal atau berjalan ke saluran kemih ke ureter.

Terkadang, batu ginjal yang kecil bisa keluar dari tubuh melalui urine tanpa menimbulkan rasa sakit yang berlebihan. Tetapi, batu yang tidak bisa bergerak keluar akan menyebabkan rasa sakit.

Penyebab Batu Ginjal

Batu ginjal seringkali tidak memiliki penyebab tunggal yang pasti. Umumnya, risiko terjadi kondisi ini bisa meningkat karena berbagai faktor.

Kemungkinan penyebab batu ginjal seperti minum terlalu sedikit air, olahraga (terlalu banyak atau terlalu sedikit), obesitas, operasi penurunan berat badan, atau makan makanan dengan terlalu banyam garam atau gula.

Infeksi dan riwayat keluarga juga mungkin berpengaruh pada beberapa orang. Selain itu, makan terlalu banyak fruktosa berkorelasi dengan peningkatan risiko mengembangkan batu ginjal. Fruktosa ini bisa ditemukan dalam gula dan sirup jagung dengan fruktosa yang tinggi.

Jenis Batu Ginjal

Penyebab dan penanganan batu ginjal bisa diketahui dari jenisnya. Berikut beberapa jenis batu ginjal:

Calcium Stones (Batu Kalsium)

Kebanyakan batu ginjal adalah batu kalsium, biasanya berupa kalsium oksalat. Oksalat merupakan zat yang dibuat setiap hari oleh organ hati atau diserap dari makanan, seperti buah-buahan dan sayur tertentu, kacang-kacangan, serta cokelat.

Struvite Stones (Batu Struvit)

Jenis batu ginjal ini terbentuk sebagai respons terhadap infeksi saluran kemih. Batu ini bisa tumbuh dengan cepat dan menjadi cukup besar, terkadang dengan sedikit gejala.

Uric Acid Stones (Batu Asam Urat)

Jenis ini bisa terbentuk pada orang-orang yang kehilangan terlalu banyak cairan, karena diare kronis atau malabsorpsi, mengkonsumsi makanan terlalu tinggi protein, dan pengidap diabetes atau sindrom metabolik. Ini juga bisa terjadi karena adanya faktor genetik.

Cystine Stones (Batu Sistin)

Batu ginjal ini terbentuk pada orang dengan kelainan herediter yang disebut cystinuria. Ini menyebabkan ginjal mengeluarkan terlalu banyak asam amino tertentu.

Faktor Risiko Batu Ginjal

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya batu ginjal, yakni:

  • Faktor keturunan atau riwayat pribadi
  • Dehidrasi
  • Diet tertentu, seperti diet natrium (garam)
  • Kegemukan
  • Memiliki penyakit pencernaan dan pembedahan, seperti operasi bypass lambung hingga penyakit radang usus
  • Kondisi medis lain, seperti asidosis tubulus ginjal, sistinuria, hiperparatiroidisme, dan infeksi saluran kemih berulang
  • Suplemen dan obat-obatan tertentu, seperti vitamin C, suplemen makanan, atau pencahar

Gejala Batu Ginjal

Batu ginjal biasanya tidak akan menimbulkan gejala sampai batu itu bergerak di dalam ginjal atau masuk ke saluran ureter, saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih. Jika batu tersangkut di ureter, itu bisa menghalangi aliran urine dan menyebabkan ginjal membengkak dan ureter kejang yang bisa menyebabkan rasa sakit.

Beberapa gejala yang bisa muncul, seperti:

  • Sakit parah dan tajam di samping dan punggung, di bawah tulang rusuk
  • Nyeri yang menjalar ke perut bagian bawah dan selangkangan
  • Rasa sakit yang datang dalam gelombang dan berfluktuasi dalam intensitas
  • Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil

Gejala batu ginjal lainnya yang mungkin muncul, yakni:

  • Urine berwarna merah muda, merah, atau coklat
  • Urine keruh atau berbau busuk
  • Kebutuhan terus-menerus untuk buang air kecil, buang air kecil lebih sering dari biasanya atau buang air kecil dalam jumlah sedikit
  • Mual dan muntah
  • Demam dan kedinginan jika ada infeksi
  • Rasa sakit yang disebabkan oleh batu ginjal dapat berubah, misalnya berpindah ke lokasi yang berbeda atau meningkat intensitasnya. Itu bisa terjadi saat batu bergerak melalui saluran kemih

Pengobatan Batu Ginjal

Biasanya, dokter akan menyarankan pasien batu ginjal untuk banyak minum air. Dengan cara itu dokter berharap batu ginjal bisa keluar dari tubuh tanpa operasi.

Selain itu, pasien juga akan mendapatkan obat. Namun, jika batu terlalu besar, menghalangi aliran urine, atau menunjukkan adanya tanda-tanda infeksi, batu ginjal akan diangkat melalui operasi.

Pengobatan lainnya adalah dengan litotripsi gelombang kejut. Ini merupakan prosedur non-invasif yang menggunakan gelombang suara bertenaga tinggi untuk memecahkan batu ginjal menjadi pecahan kecil, yang akan lebih mudah dikeluarkan melalui urine.

Dalam ureteroskopi, endoskopi dimasukkan melalui ureter untuk mengambil atau melenyapkan batu. Pengobatan lainnya yang jarang dilakukan adalah nefrolitotomi/nefrolitotripsi perkutan. Ini akan dilakukan jika batu ginjal ukurannya terlalu besar.



Simak Video "Cara Agar Bisa Lebih Bahagia Menurut Sains"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)