Jumat, 20 Mei 2022 11:03 WIB

Kim Jong-un Kelabakan, Kasus COVID-19 di Korut Menyebar 'Seperti Api'

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Kim Jong Un said he would strengthen and develop North Koreas nuclear weapons in a speech at a military parade in Pyongyang, state media reported STR KCNA VIA KNS/AFP/File Foto: STR/KCNA VIA KNS/AFP/File
Jakarta -

Selang sepekan setelah Korea Utara mengumumkan kasus COVID-19 pertamanya, ratusan orang kini dilaporkan terjangkit dan sekitar 2 juta warga dicurigai karena mengalami demam. Alih-alih COVID-19, pemerintahan Kim Jong-un menggunakan istilah 'demam misterius' untuk melaporkan adanya kasus yang dicurigai.

Satu teori untuk sistem pelaporan kasus dua tingkat adalah bahwa pihak berwenang menggunakan 'demam' sebagai cara untuk menyamarkan keseriusan krisis. Tetapi alasan yang lebih mungkin, dan mengkhawatirkan, adalah bahwa mereka menggunakan suhu tubuh karena tidak memiliki infrastruktur pengujian yang diperlukan untuk mengonfirmasi diagnosis COVID-19.

Dikutip dari Reuters, per Jumat (20/5/2022), negara tersebut melaporkan adanya tambahan 263.370 orang yang mengakami demam dan dua meninggal membuat total pasien naik ke 2,24 juta. Media nasional Korut KCNA juga melaporkan ada 65 kasus meninggal.

Terlepas dari beban kasus, Korut mengatakan pertanian terus berlanjut, pabrik-pabrik bekerja, dan pemerintah sedang merencanakan pemakaman kenegaraan untuk seorang mantan jenderal.

"Bahkan di bawah situasi pencegahan epidemi darurat maksimum, produksi normal dipertahankan di sektor industri utama dan proyek konstruksi skala besar didorong tanpa henti," kata KCNA.

Korea Selatan dan Amerika Serikat sama-sama menawarkan untuk membantu Korea Utara memerangi virus Corona, termasuk mengirim bantuan, tetapi belum menerima tanggapan, kata wakil penasihat keamanan nasional Seoul, Rabu.



Simak Video "Korut Dilanda Covid-19, Kim Jong Un Cek Stok Obat-obatan di Apotek"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)