Jumat, 20 Mei 2022 21:13 WIB

Mengenal Penyakit Alergi: Jenis, Gejala, hingga Cara Mencegahnya

Rosiana Putri Muliandari - detikHealth
ilustrasi alergi dingin Mengenal alergi (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Alergi merupakan sebuah respons sistem kekebalan terhadap zat asing yang biasanya, tidak berbahaya bagi tubuh kebanyakan orang. Zat asing itu dapat disebut juga sebagai alergen.

Sistem kekebalan tubuh menghasilkan zat yang dikenal sebagai antibodi. Ketika memiliki alergi, sistem kekebalan tersebut membuat antibodi yang mengidentifikasi alergen tertentu sebagai berbahaya, meskipun sebenarnya tidak.

Jenis-jenis Alergi

Terdapat berbagai macam alergi. Beberapa alergi dapat bersifat musiman, sepanjang tahun, bahkan hingga seumur hidup. Dikutip dari laman Asthma and Allergy Foundation of America, terdapat 7 jenis alergi yang banyak terjadi:

  • Alergi terhadap obat-obatan
  • Alergi terhadap makanan
  • Alergi terhadap serangga
  • Alergi terhadap lateks
  • Alergi terhadap jamur
  • Alergi terhadap hewan peliharaan
  • Alergi terhadap serbuk sari (pollen)

Gejala Alergi

Tiap jenis alergi memiliki gejala yang berbeda-beda. Meski begitu, dikutip dari Cleveland Clinic, gejala alergi dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis sesuai dengan tingkat keparahan reaksi alerginya:

Reaksi Ringan

Ruam, rasa gatal, mata berair atau merah, demam, dan pilek merupakan gejala reaksi alergi yang ringan. Jenis reaksi alergi ini tidak menyebar ke bagian lain di tubuh.

Reaksi Sedang

Gejala reaksi ini mungkin termasuk sensai gatal, bengkak, dan kesulitan bernapas. Berbeda dengan reaksi ringan, jenis ini dapat berpotensi menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Reaksi Parah

Jenis ini sering dikenal sebagai anafilaksis, sebuah keadaan darurat yang langka dan mengancam jiwa saat respons tubuh terhadap alergen tiba-tiba dan memengaruhi seluruh tubuh.

Anafilaksis dapat dimulai dengan rasa gatal yang parah pada mata atau wajah. Beberapa menit setelah itu, gejala yang lebih serius muncul, seperti pembengkakan tenggorokan, sakit perut, kram, muntah, diare, dan pembengkakan (angioedema).

Tidak hanya itu, seseorang mungkin juga mengalami kebingungan mental atau pusing karena anafilaksis juga dapat menyebabkan penurunan tekanan darah.

Pengobatan Alergi

Utamanya, cara untuk mengobati alergi adalah dengan menghindari pemicunya sejak awal. Jika tidak memungkinkan, dikutip dari Healthline, beberapa cara pengobatan lainnya adalah:

  • Menggunakan obat-obatan yang dapat mengontrol gejala alergi seperti antihistamin
  • Imunoterapi yang melibatkan beberapa suntikan selama beberapa tahun untuk membantu tubuh terbiasa dengan alergi
  • Epinefrin darurat

Pencegahan Alergi

Cara mencegah reaksi alergi disesuaikan dengan jenis alergi yang dimiliki. Dikutip dari Mayo Clinic, beberapa langkah-langkah umum yang dapat dilakukan adalah:

Hindari pemicu yang diketahui

Membuat catatan untuk mengidentifikasi apa yang menyebabkan atau memperburuk gejala alergi, lacak aktivitas, apa yang dimakan, kapan gejala muncul, dan apa yang tampaknya membantu

Kenakan gelang peringatan medis jika mengalami reaksi alergi yang parah agar dapat memberi tahu orang lain mengenai alergi tersebut jika terjadi reaksi dan tidak dapat berkomunikasi



Simak Video "Si Kecil Alergi, Berikut Cara Jaga Imunitasnya"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)