Sabtu, 21 Mei 2022 15:34 WIB

Apa Itu Cacar Monyet? Gejala, Penyebab, hingga Cara Mencegah

Patrick Trusto Jati Wibowo - detikHealth
cacar monyet Cacar monyet atau Monkeypox. (Foto: Getty Images/CDC)
Jakarta -

Cacar monyet adalah infeksi virus yang bisa dikenali dengan timbulnya bintil bernanah di kulit. Infeksi monkeypox atau cacar monyet biasa ditemukan di Afrika Barat dan Tengah. Namun belakangan, kasus penyakit ini juga teridentifikasi di beberapa negara, seperti Inggris, Amerika Serikat, Spanyol, dan Portugal. Seperti apa gejala, penyebab, dan cara penanganannya?

Dikutip dari CDC, Sabtu (21/5/2022), cacar monyet pertama kali ditemukan pada tahun 1958 saat terjadi wabah penyakit mirip cacar pada koloni monyet yang dipelihara untuk penelitian, sehingga dinamai 'cacar monyet'. Sementara itu, kasus cacar monyet yang menginfeksi manusia pertama kali tercatat pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo.

Cacar monyet adalah penyakit menular yang dapat menginfeksi dari orang ke orang, tetapi sumber utamanya primata dan hewan pengerat, seperti monyet, tikus, dan tupai yang terinfeksi. Meski dapat menyebabkan gejala yang parah, penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya.

Gejala Cacar Monyet

Ada beberapa gejala awal cacar monyet yang harus diwaspadai, antara lain:

  • Demam
  • Kelelahan
  • Lemas
  • Limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening)
  • Menggigil
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala

Gejala awal akan berlangsung selama 1 hingga 3 hari. Setelah itu, muncul ruam di wajah dan menyebar ke seluruh bagian tubuh lainnya, seperti lengan atau kaki.

Ruam ini berkembang mulai dari muncul bintik merah seperti cacar, lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras dan menimbulkan borok. Biasanya, diperlukan waktu selama 2-4 minggu sampai ruam tersebut menghilang.

Penyebab Cacar Monyet

Cacar monyet disebabkan oleh virus monkeypox yang menyebar lewat percikan air liur yang masuk melalui mulut, mata, atau luka di permukaan kulit.

Awalnya, penularan cacar monyet terjadi dari hewan ke manusia melalui cakaran atau gigitan hewan yang terinfeksi virus monkeypox. Kontak langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi juga dapat membuat seseorang tertular penyakit ini.

Tidak hanya itu, penularan juga dapat terjadi melalui benda yang terkontaminasi, misalnya pakaian. Namun, penularan antarmanusia sifatnya terbatas dan butuh kontak yang lama.

Pengobatan Cacar Monyet

Hingga kini, belum ada pengobatan untuk cacar monyet. Penyakit ini akan sembuh sendiri berkat sistem kekebalan tubuh manusia. Namun, pengobatan tetap dilakukan untuk meredakan gejala yang muncul.

Dokter akan memberikan paracetamol untuk mengatasi demam dan nyeri. Pasien juga disarankan untuk beristirahat untuk mempercepat proses penyembuhan. Selain itu, konsumsi susu rendah lemak, buah, sayur, gandum utuh, dan biji-bijian dapat menjadi asupan energi untuk melawan infeksi.

Sebanyak 1 dari 10 pengidap cacar monyet berisiko meninggal dunia. Oleh sebab itu, pasien perlu dirawat di ruang isolasi untuk mendapat pemantauan langsung dari dokter dan mencegah penularan penyakit.

Pencegahan Cacar Monyet

Untuk mencegah penularan cacar monyet, hindari kontak langsung dengan primata dan hewan pengerat, seperti monyet, tupai, dan tikus. Hindari pula kontak erat dengan orang yang sedang terinfeksi. Selain itu, cara pencegahan lain yang bisa dilakukan antara lain:

  • Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau pembersih tangan berbahan dasar alkohol sebelum makan, membersihkan luka, atau menyentuh hidung dan mata.
  • Hindari berbagi alat pribadi, seperti sendok garpu dengan orang yang terinfeksi cacar monyet.
  • Masak makanan yang mengandung daging hewan hingga matang.
  • Gunakan alat pelindung diri (APD) saat merawat orang yang terinfeksi virus.


Simak Video "Imbauan dari CDC AS Terkait Cacar Monyet"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)