Senin, 23 Mei 2022 11:18 WIB

Cacar Monyet Menular atau Tidak Sih? Begini Faktanya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Blood cells, molecule of DNA forming inside the test tube. 3D illustration, conceptual image of science and technology. Cacar monyet menular atau tidak sih? (Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage)
Jakarta -

Cacar monyet menular atau tidak sih? Pasalnya, kasus dari penyakit tersebut belakangan tengah meningkat di sejumlah negara. Hingga 21 Mei 2022, tercatat ada 92 kasus cacar monyet di negara non-endemi yang terkonfirmasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Sampai saat ini, semua kasus yang sampelnya dikonfirmasi oleh tes PCR telah teridentifikasi dari clade Afrika Barat," tulis WHO seperti dikutip dari laman resminya pada Senin (23/5/2022).

"Pengurutan genom dari sampel swab di Portugal menunjukkan kecocokan antara virus cacar monyet yang sekarang menyebabkan wabah dengan virus dari Nigeria yang kasusnya diekspor ke Inggris, Israel, dan Singapura pada tahun 2018 serta 2019," lanjut WHO.

Sebagai informasi, cacar monyet adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus monkeypox. Ada dua jenis virus penyebab cacar monyet, yakni berasal dari kelompok Afrika Barat dan Congo Basin (Afrika Tengah). Perbedaan di antara keduanya adalah virus dari Afrika Barat cenderung menyebabkan gejala lebih ringan.

"Infeksi pada manusia dengan clade Afrika Barat tampaknya menyebabkan gejala lebih ringan dibandingkan clade Congo Basin. Tingkat kematiannya sekitar 3,6 persen dibandingkan clade Congo Basin yang mencapai 10,6 persen," ungkap WHO.

Masa inkubasi atau waktu infeksi hingga gejala cacar monyet kurang lebih sekitar 7-14 hari atau 5-21 hari. Adapun gejala cacar monyet pada manusia mirip dengan gejala cacar biasa, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, pembengkakan kelenjar getah bening, panas dingin, hingga kelelahan.

Lantas, cacar monyet menular atau tidak sih? Berikut faktanya.

Cacar Monyet Menular atau Tidak?

Dikutip dari Center for Disease Control and Prevention, Senin (23/5/2022), cacar monyet bisa menular apabila seseorang bersentuhan dengan hewan dan manusia yang terinfeksi, serta benda yang terkontaminasi langsung oleh virus.

Biasanya virus akan masuk ke dalam tubuh melalui:

  • Kulit yang rusak
  • Saluran pernapasan
  • Selaput lendir (mata, hidung, mulut)

Penularan dari hewan ke manusia dapat terjadi melalui gigitan, cakaran, hingga terkena cairan tubuh. Sedangkan penularan antarmanusia yang diduga melalui tetesan pernapasan (sekresi pernapasan) hingga kontak langsung dengan cairan tubuh.

Cacar Monyet Menular atau Tidak: Bisa Lewat Seksual?

Cacar monyet juga diduga bisa menular melalui hubungan seksual. Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) menyebut sebagian besar kasus cacar monyet ditemukan pada pria yang berhubungan seks dengan pria lain.

Meskipun demikian, penyakit cacar monyet pada dasarnya menular lewat kontak dekat, bahkan tanpa hubungan seks.

"Penularan komunitas sebagian besar berpusat di daerah perkotaan dan kami sebagian besar melihatnya pada individu yang mengidentifikasi diri sebagai gay atau biseksual, atau pria lain yang berhubungan seks dengan pria karena seringnya mereka melakukan kontak dekat," ujar Kepala Penasihat Medis UKHSA, Dr Susan Hopkins, dikutip dari The Independent, Senin (23/5/2022).

Oleh karena itu, dr Susan meminta kepada mereka yang telah berganti pasangan seksual atau sempat melakukan kontak dekat dengan orang tak dikenal, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti ruam. Pasalnya, ruam tersebut bisa terasa gatal dan nyeri seiring waktu, bahkan menyerupai cacar air atau sifilis sebelum nantinya berbentuk keropeng.

Nah, pertanyaan terkait cacar monyet menular atau tidak? Jawabannya menular ya, baik hewan ke manusia atau sesama manusia.



Simak Video "Mengenal Cacar Monyet yang Mewabah di Sejumlah Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)