Senin, 23 Mei 2022 12:03 WIB

Dear Warga +62! Kabar Baik Nih dari WHO, Termasuk Prediksi Kapan Pandemi Kelar

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Geneva, Switzerland - December 03, 2019: World Health Organization (WHO / OMS) Logo at WHO Headquarters Foto: Getty Images/diegograndi
Jakarta -

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut laporan mingguan terakhir menunjukkan penurunan kasus COVID-19 signifikan. Kasus COVID-19 menurun sejak akhir Maret, begitu juga dengan angka kasus kematian.

Perkembangan baik lainnya adalah 60 persen dari populasi di dunia sudah mendapatkan vaksinasi lengkap. Meski begitu, WHO masih mencatat hampir 1 miliar orang di negara berpenghasilan rendah belum disuntik vaksin COVID-19.

Meski tren COVID-19 terus membaik, Tedros mengingatkan pandemi COVID-19 masih belum berakhir. Pasalnya tidak sedikit negara melaporkan turunnya jumlah testing di tengah kasus yang melandai. Artinya, kemungkinan masih ada penyebaran kasus yang belum terdeteksi.

"Pandemi COVID-19 belum berakhir, meskipun ada penurunan kasus sejak puncak gelombang Omicron," terang dia, dikutip dari ABC News.

"Penurunan testing dan surveilans genomik bisa membutakan diri kita sendiri terhadap evolusi virus," pesan Tedros.

Tedros memperkirakan pandemi COVID-19 tidak akan selesai dalam waktu dekat di tengah banyak negara 'miskin' belum menyelesaikan program vaksinasi COVID-19. Misalnya Afrika, benua tersebut melaporkan cakupan vaksinasi terendah dan hanya 57 negara yang sudah memvaksinasi 70 persen penduduknya.

"(Pandemi) belum berakhir sampai semuanya selesai," kata Tedros.

"Sementara pasokan vaksin dunia telah meningkat, ada komitmen politik yang tidak memadai untuk meluncurkan vaksin di beberapa negara, kesenjangan dalam kapasitas operasional atau keuangan di negara lain," katanya.

Tedros melihat masih banyak yang meragukan efektivitas vaksin, padahal 'senjata' tersebut terbukti menjadi pertahanan yang sangat baik kala varian baru Corona muncul.

"Pandemi tidak akan hilang secara ajaib, tetapi kita bisa mengakhirinya."

Simak juga video 'WHO Bicara soal Strategi 'Zero-Covid' China yang Tak Efektif':

[Gambas:Video 20detik]



(naf/up)