Senin, 23 Mei 2022 07:32 WIB

Antibodi Vaksin COVID-19 Menurun, Dokter Usul Booster Kedua untuk Nakes

Vidya Pinandhita - detikHealth
Partai NasDem menggelar vaksinasi booster untuk warga lansia di Jakarta. Tak hanya gelar vaksinasi booster, NasDem juga gelar vaksinasi biasa untuk anak-anak. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Antibodi dari vaksin COVID-19 diyakini hanya bertahan sekitar delapan bulan semenjak disuntikkan. Sebut kini sudah berlalu 9-10 bulan pasca penyuntikkan vaksin COVID-19 booster pada tenaga kesehatan, dokter menyarankan pemberian vaksin COVID-19 booster kedua, khususnya untuk para nakes.

"Kita memang sudah memulai vaksinasi booster pertama pada sekitar Agustus tahun lalu dan menurut beberapa penelitian, angka antibodi terhadap COVID yang dipicu oleh vaksinasi itu sudah berkurang sekitar delapan bulan pasca pemberiannya. Ini adalah bulan Mei, di akhir bulan Mei. Maka sekitar 9-10 bulan lalu kita sudah mulai dengan vaksinasi booster pertama," ujar spesialis penyakit dalam, dr Andi Khomeini Takdir Haruni, SpPD-KPsi dari Junior Doctor Network Indonesia alias 'dr Koko' dalam pernyataan yang diterima detikcom, Minggu (22/5/2022).

"Itu sebabnya saya merasa untuk menjaga populasi rentan dalam hal ini dokter dan tenaga kesehatan yang lain agar tetap aman dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," sambungnya.

Lebih lanjut, ia juga menyinggung kondisi RI kini yang tengah dalam fase transisi pandemi COVID-19 menuju endemi. Menurutnya, pemberian vaksin COVID-19 booster kedua adalah salah satu langkah kehati-hatian seiring fase transisi tersebut.

"Kita sedang berada pada fase transisi dari pandemi menuju endemi yang sebenarnya tidak menghilangkan virus COVID itu sendiri, maka kita sebaiknya tetap berhati-hati termasuk dengan penerapan vaksinasi booster yang kedua," pungkas dr Koko.



Simak Video "Fenomena Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)