Senin, 23 Mei 2022 05:01 WIB

Round Up

Banyak Gay-Biseks Kena Cacar Monyet, Para Pakar Angkat Bicara Soal Stigma

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
lgbt Ilustrasi kaum gay dan LGBTQ (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Banyaknya kaum gay dan biseksual yang mendominasi kasus cacar monyet alias monkeypox di Eropa bikin cemas para pakar. Stigma yang mengaitkan suatu penyakit dengan kelompok tertentu dinilai berbahaya.

"Cacar monyet bukan penyakit gay, begitu pula penyakit menular lainnya," tulis pakar virus Dr Boghuma Kabisen Titanji dan sejumlah rekan sesama pakar kesehatan, di PLOS Blogs.

"Sangat disayangkan bahwa hal ini masih harus dikatakan, menunjukkan betapa sedikitnya yang sudah kita pelajari dari wabah sebelumnya," lanjutnya.

Senada dengan pernyataan tersebut, organisasi kesehatan dunia WHO juga menyiratkan pesan untuk menghindari stigma pada kelompok tertentu. Dalam pernyataan resminya, WHO menyebut siapapun yang terlibat kontak erat punya risiko tinggi untuk tertular.

"Termasuk tenaga kesehatan, anggota keluarga, dan pasangan seksual," tulis WHO.

"Menstigma sekelompok orang karena penyakit tidak pernah bisa diterima. Ini bisa menjadi hambatan untuk mengatasi wabah karena membuat orang tidak mencari perawatan, dan memicu persebaran yang tidak terdeteksi," lanjutnya.

NEXT: Banyak kasus ditemukan di kaum gay-biseksual

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Tanggapan WHO soal Heboh Cacar Monyet Dilabeli Penyakit Gay"
[Gambas:Video 20detik]