ADVERTISEMENT

Senin, 23 Mei 2022 14:24 WIB

Update! Kemenkes RI Sebut 33 Pasien Dicurigai Hepatitis Akut, 19 Discarded

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Juru bicara Kementerian Kesehatan RI dan Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, dr Mohammad Syahril Jubir Kemenkes RI dr Mohammad Syahril. (Foto: Nafilah Sri Sagita K)
Jakarta -

Juru bicara Kementerian Kesehatan RI dr Mohammad Syahril mengungkap ada 33 pasien yang diselidiki pemerintah berkaitan dengan hepatitis akut misterius. Lebih dari 30 pasien tersebut mengalami gejala serupa seperti infeksi yang dilaporkan.

Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, dr Syahril menegaskan 19 di antaranya masuk kategori discarded, sehingga total diduga kasus hepatitis akut berjumlah 14 pasien. Kategori discarded menurut definisi operasional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) diartikan tak berkaitan dengan hepatitis akut misterius dikarenakan infeksi penyebab gejala hepatitis pada pasien diketahui.

Misalnya, pasien ternyata mengidap hepatitis jenis A, B, C, D, atau E, bisa pula disebabkan infeksi lain seperti demam berdarah dengue (DBD) atau bakteri.

"Per tanggal 22 Februari itu ada 14 dugaan kasus hepatitis akut, satu di antaranya probable. Yang 13 adalah case pending, pending klasifikasi ini satu kasus dugaan yang kita masih menunggu hasil pemeriksaan yang akan mengarah ke sana," terang Syahril dalam konferensi pers Kominfo, Senin (23/5/2022).

Berikut sebaran 14 kasus diduga hepatitis akut misterius di Indonesia.

Sumatera Barat

1 pending klasifikasi

DKI Jakarta

1 probable
4 pending klasifikasi
14 discarded

Daerah Istimewa Yogyakarta

1 pending klasifikasi

Bali

2 pending klasifikasi

NTB

1 pending klasifikasi

Jawa Timur

2 pending klasifikasi
2 discarded

Bangka Belitung

1 pending klasifikasi

Jambi

1 pending klasifikasi

Sumatera Utara

1 discarded

Kalimantan Timur

1 discarded

Data di atas disebut Kemenkes RI dapat berubah seiring dengan hasil penelusuran epidemiologi terbaru.



Simak Video "Kemenkes Sebut Ada 91 Kasus Kumulatif Dugaan Hepatitis Akut di RI"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT