Senin, 23 Mei 2022 15:29 WIB

Cegah Hepatitis Akut, PDUI Dorong Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Inkana Izatifiqa R Putri - detikHealth
The word Hepatitis is written on wooden blocks next to tablets on a blue background. Medical concept Foto: Getty Images/iStockphoto/ALENA DZIHILEVICH
Jakarta -

Penyakit hepatitis akut saat ini tengah menjadi perbincangan masyarakat lantaran telah melanda beberapa negara, termasuk Indonesia. Meski demikian, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut hepatitis akut sebagai penyakit misterius karena belum diketahui pasti penyebabnya.

Mengenai hal ini, Kabid Humas PP PDUI, dr. Milka Inkiriwang menjelaskan hepatitis merupakan peradangan atau infeksi yang terjadi pada hati (liver).

"Hepatitis akut berat (misterius) berarti infeksi hati yang belum diketahui pasti penyebabnya, termasuk mekanisme ataupun patofisiologinya. Penyebab pastinya bisa dikatakan masih hipotesis (dalam investigasi)," ujar Milka dalam keterangan tertulis, Senin (23/5/2022).

Lebih lanjut, Milka mengatakan dikutip dari Kemenkes RI dan CDC, hepatitis akut merupakan infeksi hati yang memiliki sifat atau durasi perjalanan penyakit sekitar 2 minggu hingga 1 bulan. Namun, penyakit ini berbeda dengan hepatitis kronis dimana infeksi hati yang dapat merusak hati.

Sementara itu, WHO menyebut hepatitis akut misterius dapat menyerang anak-anak usia 1 bulan hingga 16 tahun. Meski demikian, penyakit hepatitis akut misterius juga dapat menyerang orang dewasa.

"Penyebab hepatitis akut misterius bukan ditimbulkan oleh virus penyebab hepatitis A, B, C, D dan E. Peneliti seluruh dunia termasuk Indonesia masih melakukan investigasi penyebab pasti hepatitis akut berat (misterius) ini," tambah Milka.

Milka menambahkan hepatitis akut dapat menular melalui saluran pernafasan dan saluran pencernaan. Oleh karena itu, Milka mengimbau masyarakat untuk menjalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mencuci tangan, makan makanan matang dan bersih, dan menghindari bergantian alat makan dan minum.

"Karena virus rentan masuk melalui saluran pencernaan, masyarakat harus memperhatikan apa yang dikonsumsi. Pastikan semuanya dalam keadaan bersih. Termasuk jika membeli makanan dan minuman dalam kemasan, sebaiknya pilihlah kemasan yang bersih dan selalu baru. Hindari dulu menggunakan kemasan isi ulang. Hal ini untuk memastikan kemasan tersebut lebih bersih karena selalu baru, bukan kemasan lama yang berpindah-pindah tangan," katanya.

Terkait pencegahan, Kemenkes juga menganjurkan empat langkah penanganan hepatitis akut sebagai berikut.

  1. Waspada gejala awal seperti mual, muntah, diare, sakit perut, demam ringan
  2. Jika muncul gejala awal, jangan panik
  3. Jangan menunggu gejala lanjutan muncul seperti mata dan kulit menguning agar tidak terlambat penanganan
  4. Jika terjadi penurunan kesadaran, segera bawa ke rumah sakit dengan fasilitas ICU anak.

"Masyarakat diharapkan jangan panik. Yang paling penting saat ini adalah melakukan tindakan pencegahan dengan menjaga daya tahan tubuh, terapkan hidup sehat dan selalu pilih yang bersih. Jika mengalami gejala awal, segera bawa ke puskesmas atau Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan pengobatan lanjutan," imbuh Milka.

Di sisi lain, Head of Public Relations and Digital Le Minerale, Yuna Eka Kristina menjelaskan guna mencegah penyebaran penyakit ini, pihaknya memastikan kehigienisan produknya. Ia menyebut minuman kemasan Le Minerale galon menggunakan kemasan yang selalu baru sehingga terjamin kebersihannya.

Selain itu, galon Le Minerale juga dilengkapi dengan tutup ulir rapat dan kedap udara. Yuna menyebut hal ini dapat menjamin air mineral di dalamnya bebas dari kontaminasi debu, virus dan kotoran, serta sekaligus memproteksi kandungan mineral esensial yang terdapat di dalamnya.

"Le Minerale memastikan galon yang diterima oleh konsumen adalah galon yang selalu baru, sehingga lebih terjamin higienitasnya," pungkas Yuna.



Simak Video "Kemenkes Sebut Hepatitis Akut Misterius Bisa Menyebar Lewat Udara"
[Gambas:Video 20detik]
(ncm/ega)