ADVERTISEMENT

Selasa, 24 Mei 2022 06:30 WIB

Mengenal Cacar Air: Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya

Rosiana Putri Muliandari - detikHealth
Mother nursing sick child At Home Cacar air (Foto: iStock)
Jakarta -

Cacar air atau chickenpox merupakan sebuah infeksi yang menyebabkan ruam kulit. Penyakit yang sangat menular ini disebabkan oleh virus varicella-zoster.

Kebanyakan orang akan terdampak oleh virus ini ketika mereka masih muda jika mereka belum mendapatkan vaksin cacar air. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan untuk para orang dewasa tertular penyakit ini, apalagi jika belum divaksin.

Penyebab Cacar Air

Satu-satunya penyebab cacar air adalah infeksi dari virus varicella-zoster tersebut. Dikutip dari Medical News Today, virus tersebut bersifat sangat menular dan termasuk dalam kategori virus herpes-sebagian besar mempengaruhi kulit, selaput lendir, saraf, dan jaringan.

Cacar air dapat ditularkan melalui kontak langsung antar manusia melalui batuk, bersin, atau melalui udara. Seseorang juga bisa terkena cacar air jika terkena cairan baik dari cacar air atau herpes zoster yang melepuh.

Untungnya, jika seseorang telah menderita cacar air, orang itu tidak akan dapat tertular lagi dari orang lain.

Gejala Cacar Air

Cacar air memiliki gejala yang lumayan mudah untuk diidentifikasikan. Hal ini karena cacar air cenderung menyebabkan ruam-ruam merah di tubuh. Dikutip dari Cleveland Clinic, gejala cacar air biasa terjadi dalam urutan berikut:

  • Demam
  • Merasa lelah
  • Sakit kepala
  • Sakit perut yang berlangsung selama satu atau dua hari
  • Ruam kulit yang sangat gatal dan tampak seperti banyak lepuh kecil
  • Benjolan berisi cairan yang terlihat seperti air susu
  • Keropeng (scabs) setelah lepuh pecah
  • Kulit yang terlihat berjerawat
  • Bintik-bintik yang memudar

Faktor Risiko

Dikutip dari WebMD, anak-anak di bawah usia 2 tahun paling berisiko terkena cacar air. Faktanya, 90% dari semua kasus terjadi pada anak kecil. Meski begitu, anak-anak yang lebih besar dan orang dewasa juga bisa mendapatkannya.

Risiko seseorang mendapatkan cacar air akan meningkat jika orang itu belum pernah terkena virus, belum divaksinasi untuk cacar air, bekerja di sekolah atau fasilitas penitipan anak, atau tinggal bersama anak-anak.

Pengobatan Cacar Air

Sayangnya, belum ada obat untuk cacar air, tapi, penyakit ini biasanya akan sembuh dalam satu atau dua minggu tanpa pengobatan.

Jika ingin mendapatkan bantuan dari dokter, mereka mungkin meresepkan obat atau memberikan saran tentang cara mengurangi gejala gatal dan ketidaknyamanan, dan juga tentang cara mencegah penularan infeksi.

Terdapat juga beberapa cara lain yang dapat digunakan untuk meringankan gejala cacar air seperti mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, menghindari dehidrasi, menghindari makanan asin atau pedas, dan hindari menggaruk rasa gatal karena ruam.

Kemudian, jika anak tertular cacar air, beberapa cara yang dapat dicoba untuk mengurangi rasa gatal karena gejala yang ditimbulkan adalah:

  • Tekan kain lembab yang dingin pada ruam
  • Jaga agar anak tetap dingin (tidak berkeringat)
  • Bantu anak untuk tidak menggaruk seperti dengan potong kuku mereka agar tidak tergores
  • Oleskan losion dengan antihistamin pada ruam
  • Berikan anak antihistamin yang dijual bebas di apotek
  • Mandikan anak dengan air dingin setiap hari dan keringkan dengan handuk dengan cara menepuk-nepuk secara perlahan
  • Pencegahan Cacar Air

Vaksin untuk cacar air telah tersedia. Untungnya, vaksin tersebut juga sudah ada di Indonesia. Selain vaksinasi, disarankan untuk menghindari kontak dekat dengan orang yang diketahui menderita cacar air.

Rincinya, baik untuk menghindari berbagi benda dengan mereka, mengisolasi anggota rumah tangga yang menderita cacar air dari orang lain, dan mendisinfeksi permukaan yang mungkin telah disentuh orang yang terinfeksi.



Simak Video "Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Menjalani Intermittent Fasting"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT