Selasa, 24 Mei 2022 09:07 WIB

WHO Sebut Belum Ada Bukti Virus Cacar Monyet Bermutasi

Vidya Pinandhita - detikHealth
Cacar monyet: 80 kasus dikonfirmasi di 11 negara, apa sebenarnya cacar ini dan seberapa berbahaya? Foto: BBC World
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak menemukan virus cacar monyet bermutasi. Merebaknya cacar monyet kini di sejumlah negara diyakini bukan disebabkan oleh perubahan virus yang awalnya mewabah di Afrika Barat.

Rosamund Lewis, kepala sekretariat cacar yang merupakan bagian dari Program Darurat WHO, menyebut mutasi virus cacar monyet cenderung rendah. Namun memang, urutan genom kasus akan membantu pencarian penyebab cacar monyet yang kini mewabah. Pasalnya, para pakar kesehatan menyorot potensi mutasi yang membuat cacar monyet menjadi lebih mudah menular atau memicu gejala lebih parah.

Lebih lanjut menurut pemimpin penyakit dan zoonosis WHO dan pemimpin teknis COVID-19, Maria van Kerkhove, lebih dari 100 kasus yang diduga dan sudah dikonfirmasi sebagai cacar monyet di Eropa dan Amerika Utara cenderung tidak parah. Namun, penyebarannya tidak bisa diabaikan.

Sebab menurut WHO, wabah cacar monyet tetap bukan hal biasa lantaran di banyak negara, virus cacar monyet tidak bersirkulasi secara teratur. Hingga kini, para ilmuwan masih berupaya memahami asal-usul kasus dan potensi perubahan virus cacar monyet.

Diduga Menular Lewat Hubungan Seks Gay

Muncul laporan, penyakit cacar monyet di Eropa banyak ditemukan pada pria yang berhubungan seks sesama jenis (LSL) yang kemudian mendatangi layanan medis atau kesehatan seksual. Meski temuan tersebut disorot, para pejabat WHO menegaskan, kini masih terlalu dini untuk menyebut menyimpulkan penyebab cacar monyet.

"Kami tahu bahwa LSL jika mereka menemukan ruam yang tidak biasa, mereka cenderung ingin menyelesaikannya dengan cukup cepat," beber Andy Seale, penasihat strategi di Departemen Program HIV, Hepatitis dan IMS Global di WHO, dikutip dari Reuters, Selasa (24/5/2022).

"Fakta bahwa mereka proaktif dalam menanggapi gejala yang tidak biasa mungkin menjadi bagian dari laporan. Ini akan menjadi lebih jelas dalam beberapa minggu dan hari mendatang," sambungnya.

Diketahui, cacar monyet umumnya tidak menyebar dengan mudah, namun bisa ditularkan melalui kontak dekat dengan pasien, atau sentuhan dengan barang-barang yang digunakan pasien cacar monyet. Misalnya pakaian, tempat tidur, atau peralatan makan.

Simak Video 'Ahli Sebut Cacar Monyet Bukan Penyakit Menular Seksual':

[Gambas:Video 20detik]



(vyp/kna)