Pro Kontra WFO Sudah Boleh 100 Persen, Kamu Setuju Nggak?

ADVERTISEMENT

Pro Kontra WFO Sudah Boleh 100 Persen, Kamu Setuju Nggak?

Rosiana Muliandari - detikHealth
Selasa, 24 Mei 2022 12:09 WIB
Sejumlah pegawai kembali bekerja di kantor usai sebelumnya bekerja dari rumah. Guna cegah virus Corona para pegawai pakai face shield hingga masker saat bekerja
WFO bisa 100 persen. ( Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel membatasi sejumlah kegaiatan masyarakat, termasuk ketentuan bekerja dari kantor atau work from office (WFO). Hal ini dilakukan demi menekan angka penyebaran COVID-19.

Kabar baiknya, seiring dengan penurunan kasus COVID-19 sejumlah wilayah sudah bisa kembali ke PPKM level 1. Jabodetabek masuk level 1 dengan mengizinkan kembali sejumlah aktivitas beroperasi 100 persen.

"Pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial diberlakukan maksimal 100 persen Work from Office (WFO) bagi pegawai yang sudah divaksin dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada pintu akses masuk dan keluar tempat kerja," demikian penjelasan dalam poin Inmendagri Nomor 26 Tahun 2022, dikutip detikcom Selasa (24/5/2022).

Namun, pembaruan peraturan ini memunculkan beberapa pendapat beragam di antara warga. Berikut pendapat mereka.

Dian, seorang seorang supervisor di sebuah bank, masih belum yakin dengan peraturan 100 persen WFO ini. Di kantornya sendiri juga masih menerapkan 50 persen WFO dan 50 persen WFH.

"Aturan 100 persen WFO dalam kondisi COVID yang sebenarnya masih ada, rasanya agak mengkhawatirkan karena kalo semua hadir di kantor dengan segala macam cara perjalanan, rasanya kita nggak bisa jamin semua akan aman dari sentuhan COVID," bebernya pada detikcom, Selasa (24/5/2022).

Tidak hanya itu, ia juga merasa bahwa masih ada rekan kerjanya yang mulai malas menggunakan masker dalam ruang kerja dengan alasan sudah vaksin lengkap.

Sependapat dengan Dian, Bonardo, seorang pegawai negeri asal Jakarta, juga kurang setuju dengan adanya kebijakan WFO 100 persen. Ia merasa bahwa WFO 100 persen masih kurang tepat untuk dilaksanakan saat ini.

"Untuk saat ini WFO 100 persen sebaiknya jangan dulu, ya, karena walaupun sudah level 1, tapi tetap masih ada kejadian [COVID]. Jadi, penerapan WFO 100 persen baiknya setelah pemerintah menyatakan tidak ada PPKM lagi," terangnya.

Berbeda dengan Dian dan Bonardo, Laurent, seorang guru seni di salah satu sekolah swasta di Jakarta, setuju dan sepenuhnya mendukung adanya kebijakan ini.

"Dengan mempertimbangkan tingkat penyebaran kasus COVID-19 yang terus menurun, diikuti juga dengan semakin banyaknya para pekerja yang sudah mendapatkan vaksin yang kedua serta booster," jelasnya.

Bukan hanya itu, Laurent juga berpendapat bahwa dengan kembalinya WFO 100 persen akan sangat mendukung proses percepatan dan peningkatan nilai ekonomi di segala lapisan masyarakat, apalagi pada mereka yang sangat terdampak secara finansial karena pandemi dan PPKM ini.

Bagaimana nih dengan detikers? Apakah setuju dengan pembaharuan kebijakan ini atau masih kurang setuju? Tuliskan pendapat kalian di kolom komentar ya!



Simak Video "Syarat Perjalanan Diperketat, Simak Aturan Terbaru PPKM Level 1"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT