Selasa, 24 Mei 2022 16:31 WIB

Kemenkes Pastikan Belum Ada Rencana Booster Kedua Vaksin COVID-19

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Mohammad Syahril, Dirut RSPI Sulianto Saroso Foto: Citra Nur Hasanah / 20detik
Jakarta -

Seiring membaiknya kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia, muncul sejumlah wacana terkait pemberian vaksin COVID-19 booster kedua alias vaksinasi COVID-19 dosis ke-4 khususnya untuk tenaga kesehatan. Hal ini diusulkan sebab antibodi dari vaksin COVID-19 menurun dalam waktu sekitar delapan bulan semenjak disuntikkan.

Menanggapi wacana tersebut Juru bicara Kemenkes RI dr Mohammad Syahril menyatakan wacana atau usulan dari pakar itu diperbolehkan namun tetap mengenai kebijakan, pemerintah mempunyai rencana tersendiri.

"Wacana boleh saja kan para dokter atau peneliti itu pakai metode ilmiah, jadi silakan saja meneliti. Namun tetap nanti kebijakan pemerintah ada sendiri," ujarnya ketika dihubungi detikcom, Selasa (24/5/2022).

Menurutnya wacana tersebut jika berdasarkan penelitian ilmiah pasti dipertimbangkan dan diperbolehkan untuk diusulkan.

"Kan mereka juga ilmiah, misal karena diteliti antibodi menurun setelah delapan bulan, itu kan ada penelitiannya. Jadi jika mau diusulkan bisa saja nanti," sambungnya.

Namun dr Mohammad Syahril menegaskan bahwa saat ini pemerintah belum ada usulan vaksinasi booster dosis kedua atau vaksinasi COVID-19 keempat. Hal ini dikarenakan pemerintah masih mengajak vaksinasi dosis satu dan dua, juga dosis booster di beberapa daerah.

"Tapi fokus kebijakan saat ini memang masih kejar vaksin dosis satu dan dua, belum lagi booster ke beberapa daerah yang masih banyak," bebernya.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa kemungkinan ke depan pemerintah akan membuat pengumuman resmi dalam merespons wacana vaksinasi dosis keempat atau booster kedua tersebut.

"Pemerintah nanti akan bikin pengumuman, dari wacana tersebut. Kita dengarkan usulan kita respon, namun bisa tidak langsung disetujui atau juga pernyataan bahwa usulan tersebut tidak disangkal," pungkasnya.



Simak Video "Catat! Hadiri Kegiatan Berskala Besar Kini Wajib Sudah Booster"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/up)