Selasa, 24 Mei 2022 21:06 WIB

Waspada! 3 Hoaks soal Cacar Monyet yang Viral Belakangan Ini

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Ilustrasi cacar monyet Foto: Getty Images/iStockphoto/ZEEDIGN
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Sabtu (21/5), melaporkan 92 kasus konfirmasi cacar monyet dan 28 kasus lain masih diselidiki di berbagai negara.

Berdasarkan laporan tersebut, terdapat 12 negara yang telah melaporkan kasus tersebut. Hingga hari ini, tiga negara lain melaporkan temuan kasus baru cacar monyet. Sehingga total yang melaporkan kasus tersebut sudah 15 negara.

Menyebarnya cacar monyet di berbagai negara menimbulkan berbagai spekulasi, tak jarang hal ini menimbulkan informasi palsu atau hoaks. Berikut ini informasi hoaks terkait cacar monyet yang perlu dihindari.

Cacar Monyet Berkaitan dengan Vaksin COVID-19

Vaksin COVID-19 hingga saat ini terbukti efektif membantu mencegah penyebaran virus corona. Namun muncul beberapa informasi hoaks bahwa vaksin COVID-19 menimbulkan beberapa penyakit, termasuk cacar monyet.

Prof Azeem Majeed dari departemen perawatan primer dan kesehatan masyarakat Imperial College London menyatakan bahwa tuduhan vaksin membuat tubuh rentan penyakit adalah tidak benar.

"Klaim bahwa vaksin (COVID-19) mempengaruhi kekebalan orang dan membuat mereka lebih rentan terhadap infeksi lain itu tidak benar," ujarnya dikutip dari inews, Selasa (24/5/2022).

Bill Gates Dalang Cacar Monyet

Entah bagaimana teori itu bermula, cacar monyet sebenarnya bukan penyakit baru. Cacar monyet pertama kali dilaporkan di Afrika 1970 silam. Belakangan muncul, teori konspirasi Bill Gates penyebab cacar monyet rupanya berkaitan dengan prediksinya setahun lalu.

Pendiri Microsoft dan organisasi amal swasta Yayasan Bill & Melinda Gates itu sempat mengingatkan banyak negara pentingnya bersiap menghadapi kemungkinan pandemi setelah COVID-19 di masa depan.

"Tidak ada yang akan meramalkan bahwa saya dan Dr Fauci akan begitu menonjol dalam teori-teori yang benar-benar jahat ini," ujar Gates kepada Reuters, dikutip detikcom (24/5).

"Saya sangat terkejut dengan itu. Saya berharap itu hilang," sambungnya.

AS Menyebarkan Virus Cacar Monyet

Baru-baru ini di media sosial China, Weibo, muncul postingan viral yang menyatakan bahwa Amerika Serikat adalah biang keladi dari tersebarnya cacar monyet ke berbagai negara.

"Rencana AS untuk membocorkan virus cacar monyet yang direkayasa secara biologis," tulis influencer nasionalis China, Shu Chang, yang memiliki 6,41 juta pengikut di Weibo.

Postingan tersebut disukai oleh lebih dari 7.500 pengguna dan mendapat lebih dari 660 komentar, banyak dari mereka setuju dengannya.

Dilansir dari Bloomberg (24/5), isi postingan yang menunjukan suatu laporan kesehatan tersebut ternyata hanyalah sebuah reportase kegiatan dari organisasi non-pemerintah AS, Nuclear Threat Initiative. Di dalamnya berisi laporan kegiatan tahun 2021 tentang perencanaan biosekuriti yang kebetulan mencakup skenario pandemi cacar monyet.



Simak Video "Produsen Vaksin Cacar Monyet Alami Lonjakan Permintaan Global "
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/fds)