Kamis, 26 Mei 2022 07:00 WIB

Jangan Sedih Ya! Ahli Bawa Kabar Kurang Enak soal Cacar Monyet

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ilustrasi cacar monyet Ahli bawa kabar kurang enak soal cacar monyet, simak baik-baik. (Foto: Getty Images/iStockphoto/ZEEDIGN)
Jakarta -

Para peneliti menyampaikan kabar kurang baik terkait penyakit cacar monyet atau monkeypox yang kini menyebar ke banyak negara. Mereka khawatir pasien masih bisa menularkan penyakit tersebut hingga sepuluh minggu.

Kekhawatiran ini muncul usai para peneliti mengamati salah satu pasien yang berusia 40-an tahun. Pasien pria yang tidak disebutkan namanya itu terkena cacar monyet di Nigeria dan dirawat di rumah sakit Inggris.

Dikutip dari The Sun, pasien dirawat selama 39 hari sampai akhirnya dokter memastikan bahwa pasien itu sembuh dan diperbolehkan pulang.

Sekitar enam minggu kemudian, ia melakukan hubungan seks pertama kalinya sejak dirinya sembuh. Namun, sayangnya ruam cacar monyet itu kembali muncul.

Pria tersebut mengalami pembengkakan kelenjar getah bening, yang merupakan tanda dari infeksi cacar monyet. Setelah dites dengan melakukan swab tenggorokan, pria itu positif cacar monyet.

Berdasarkan temuan yang ada, pasien itu kemungkinan masih menularkan virus cacar monyet, mengingat dirinya mengalami ruam lagi.

"Ini (virus cacar monyet) tetap terdeteksi di tenggorokan dan darah selama penyakit dan bahkan mungkin lebih lama setelah ruam sembuh," beber penulis studi Dr Hugh Adler, dari Liverpool School of Tropical Medicine, dikutip dari The Sun, Rabu (25/5/2022).

"Kami tidak tahu bahwa ini berarti pasien masih bisa menular atau menular lebih lama, tetapi itu memberi tahu kami tentang biologi penyakit," lanjutnya.

Penyebab yang Belum Jelas

Dr Adler mengatakan masih belum mengetahui pasti apakah pria itu telah menularkan virus selama enam minggu usai keluar dari rumah sakit, sampai akhirnya kambuh lagi setelah berhubungan seks.

Namun, Dr Adler mengatakan bahwa para peneliti terkejut bahwa cacar monyet itu nyatanya masih bisa terdeteksi di tenggorokan dan darah dalam jangka waktu yang lama.

Pada penelitian sebelumnya, peneliti juga menemukan kasus lainnya yang masih positif cacar monyet dalam waktu yang lama. Pasien tersebut masih dinyatakan positif cacar monyet lebih dari 70 hari pasca gejala muncul.

Meski begitu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan gejala cacar monyet biasanya terjadi 6-13 hari setelah infeksi, bahkan lima hingga 40 hari. Mereka juga mengatakan pasien tidak bisa menularkan virus selama masa inkubasi berlangsung.

Para pasien cacar monyet baru bisa menularkan virus saat gejala muncul, salah satunya ruam.



Simak Video "Produsen Vaksin Cacar Monyet Alami Lonjakan Permintaan Global "
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)