Rabu, 25 Mei 2022 11:30 WIB

Catat! Gejala Virus Cacar Monyet, Fase Awal hingga Infeksius

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
cacar monyet Virus cacar monyet (Foto: Getty Images/CDC)
Jakarta -

Gejala virus cacar monyet dari fase awal hingga infeksius penting diketahui masyarakat. Pasalnya, cacar monyet belakangan ini tengah 'ngegas' di sejumlah negara. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan hingga 21 Mei 2022, ada 92 kasus cacar monyet yang dikonfirmasi di negara non-endemi dan 28 kasus masih diselidiki.

"Situasinya mulai berkembang dan WHO memperkirakan akan ada lebih banyak kasus cacar monyet yang diidentifikasi saat pengawasan meluas di negara-negara non-endemik," kata WHO, dikutip dari laman resminya, Rabu (25/5/2022).

Lantaran terjadinya peningkatan kasus, tentunya masyarakat perlu waspada terkait gejala virus cacar monyet. Mengingat, penyakit ini sangat menular antarmanusia. Lantas, seperti apa gejalanya? Simak informasi berikut.

Gejala awal virus cacar monyet

Juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) dr Mohammad Syahril mengungkapkan masa inkubasi virus cacar monyet adalah 6-18 hari. Namun, di beberapa kasus, inkubasi bisa membutuhkan waktu sekitar 21 hari.

Adapun gejala awal virus cacar monyet, seperti:

  • Demam 38 derajat
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher, di badan, hingga selangkangan
  • Sakit kepala luar biasa

"(Inkubasi) biasanya 6-18 hari, tapi ada juga yang sampai 21 hari. Ini yang perlu diketahui, gejalanya ada dua tahapan. Yang pertama gejala awal atau fase prodromal ini 1-3 hari. Tandanya pertama demam tinggi, jadi demamnya di atas 38 derajat, kemudian sakit kepala luar biasa," terangnya dalam konferensi pers virtual 'Kasus Hepatitis Akut dan Cacar Monyet di Indonesia', Selasa (24/5/2022).

"Ini yang menjadi pembeda dengan cacar lain yaitu adanya pembengkakan atau pembesaran kelenjar getah bening di leher, di ketika, ke badan, ini di selangkangan bisa terjadi. Itu 1-3 hari setelah terinfeksi ya," sambung Syahril.

Gejala infeksius virus cacar monyet

Sedangkan gejala virus cacar monyet yang sangat infeksius biasanya akan muncul ruam-ruam yang dimulai dari muka, kemudian menyebar ke badan dan tangan.

"Kalau berlanjut, disebut pasien erupsi. Ini paling infeksius atau paling menular, itu timbul ruam-ruam atau lesi, cacar begitulah di kulit terutama di muka. Dimulai dari muka, kemudian menyebar ke badan, dan juga ke tangan. Ini yang menjadi ciri khas cacar ini dan ini sangat infeksius. Diperlukan sampai tiga minggu," bebernya.

Namun begitu menurut Syahril, ruam-ruam tersebut akan sembuh dengan sendirinya. Walaupun memang, pasien cacar monyet berusia lanjut dan pengidap komorbid memerlukan perhatian khusus jika terpapar virus cacar monyet.

"Ini bisa sembuh sendiri dengan ditandai rontoknya ruam-ruam tadi lesi-lesi tadi dan sebagian menimbulkan bekas seperti bopeng, tapi tadi sembuh sendiri. Tetapi walaupun sembuh sendiri, perlu kehati-hatian bagi orang dengan risiko tinggi. Contohnya usia lanjut, kemudian dengan komorbid," pungkas Syahril.

Virus cacar monyet sudah ada di Indonesia?

dr Syahril menyebut virus cacar monyet masih belum ada di Indonesia, sehingga ia menyampaikan agar masyarakat tak perlu khawatir karena meski sangat menular, virus cacar monyet bisa sembuh dengan sendirinya.

Meskipun orang yang punya risiko tinggi atau imunitas turun bisa berefek berat.

"Sekali lagi saya sampaikan, di Indonesia belum ada kasus cacar monyet," kata juru bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril dalam keterangan pers, Selasa (24/5/2022).

"Namun apabila pada orang dengan risiko tinggi atau imunitas turun, bisa berefek berat," katanya.

Simak Video 'WHO: Wabah Cacar Monyet Masih Dapat Dibendung':

[Gambas:Video 20detik]



(suc/kna)