Senin, 23 Mei 2022 15:17 WIB

Sudah Menyebar di 12 Negara, Mungkinkah Cacar Monyet Jadi Pandemi?

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
4K Resolution, Accidents and Disasters, Aggression, Backgrounds Mungkinkah cacar monyet jadi pandemi? (Foto: Getty Images/iStockphoto/blackdovfx)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut monkeypox atau cacar monyet biasa ditemukan di wilayah Afrika Barat dan Tengah. Namun belakangan, penyakit tersebut sudah menyebar ke beberapa penjuru negara di dunia.

Laporan terbaru WHO per Sabtu (12/5), ada 92 kasus cacar monyet terkonfirmasi di 12 negara. Negara tersebut meliputi Amerika Serikat, Australia, Belgia, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Portugal, Spanyol, Swedia, dan Inggris.

"Situasinya mulai berkembang dan WHO memperkirakan akan ada lebih banyak kasus cacar monyet yang diidentifikasi saat pengawasan meluas di negara-negara non-endemik," kata rilis berita WHO dikutip dari CNN, Senin (23/5/2022).

Sudah menyebar di 12 negara, mungkinkah cacar monyet menjadi pandemi baru?

Ahli epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman menjelaskan, dibandingkan virus COVID-19, penyebaran virus monkeypox atau cacar air terbilang lambat.

"Tapi kenapa dia (penyebaran monkeypox) terkesan cepat? Deteksinya yang lambat dan masa inkubasinya yang lambat (7-14 hari atau 5-21 hari), sehingga dia bisa sudah menyebar di komunitas," terang Dicky kepada detikcom, Senin (23/5/2022).

Berbicara potensi cacar monyet menjadi pandemi baru, menurut Dicky, kemungkinannya sangat kecil. Hal ini karena penyakit cacar monyet tidak memenuhi syarat untuk muncul sebagai pandemi.

"Sebagian besar penduduk dunia sudah memiliki imunitas dari vaksin smallpox (vaksin cacar). Syarat menjadi pandemi adalah mayoritas manusia tidak memiliki imunitas," imbuhnya.

Meski cacar monyet tidak lebih berbahaya dari smallpox atau cacar, masyarakat diimbau untuk tetap menjalankan pola hidup bersih dan sehat. Ini sebagai mitigasi penyebaran virus di Indonesia.

"Belajar hidup lebih bersih dan sehat. Memakai masker dan menjauhi kerumunan penting, tidak sharing makan dan minuman, atau tidak tinggal dengan orang yang memiliki gejala penyakit apa pun," imbaunya.

"Setiap orang saat ini harus belajar, ketika ada orang sakit jangan di dekati dan harus dirawat oleh orang yang tepat juga."



Simak Video "Tanggapan WHO soal Heboh Cacar Monyet Dilabeli Penyakit Gay"
[Gambas:Video 20detik]
(any/naf)